USNSJUSNSJ

AJAJ

Salah satu potensi besar di sektor pertanian adalah hortikultura yang memainkan peran penting dalam menjamin ketersediaan nutrisi yang cukup bagi masyarakat seperti sayuran, buah, bunga, tanaman hidup, dan lainnya. Wanua Lampoko Independent Agricultural and Rural Training Center (P4S) merupakan institusi pendidikan dan pelatihan pertanian yang menjadi forum pendidikan bagi petani dan praktisi pertanian serta memberikan pelatihan kepada petani dalam bidang pertanian, hortikultura, peternakan, perikanan, perkebunan, dan bidang sosial lainnya yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi Pemasaran Sayuran di P4S Wanua Lampoko. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dengan tahapan, yaitu definisi masalah, pengumpulan data, pemrosesan data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil matriks SWOT menunjukkan bahwa dari beberapa faktor IFAS internal dan EFAS eksternal, P4S memiliki kekuatan yang cukup besar dengan skor 1.971 yang lebih tinggi dari skor kelemahan 1.536. Namun, ada ancaman dengan skor 1.882 yang mendekati skor kekuatan dan lebih besar dari skor peluang 1.653. Posisi P4S Wanua Lampoko berada di kuadran II, yang berarti meskipun menghadapi berbagai ancaman, P4S Wanua Lampoko masih memiliki kekuatan dari perspektif perusahaan internal. Strategi yang harus ditetapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan strategi diversifikasi. P4S Wanua Lampoko, berdasarkan strategi ST (Strength and Threats), diharapkan dapat mengendalikan harga produk untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan menggunakan benih berkualitas untuk meningkatkan produksi dan kualitas sayuran yang dijual.

Berdasarkan hasil penelitian tentang strategi pemasaran sayuran di P4S Wanua Lampoko, dapat disimpulkan bahwa faktor IFAS dan EFAS menunjukkan bahwa P4S memiliki kekuatan yang cukup besar dengan skor 1.971 yang lebih rendah dari skor kelemahan 1.882 yang mendekati skor kekuatan dan lebih besar dari skor peluang 1.Faktor internal yang mempengaruhi pemasaran di P4S Wanua Lampoko meliputi penggunaan benih berkualitas, sumber daya manusia yang terampil, kerja sama dengan mitra bisnis dan layanan pertanian, sudah memiliki label atau merek, lokasi strategis dekat dengan area perkotaan, aktivitas promosi yang kurang intensif, area distribusi masih terbatas, pengiriman memerlukan waktu lama untuk mencapai konsumen, kurangnya minat jika tidak dipromosikan, dan lahan masih belum cukup luas.Faktor eksternal yang mempengaruhi pemasaran di P4S Wanua Lampoko meliputi pengembangan teknologi pengiriman online, permintaan produk yang masih tinggi, hubungan baik dengan berbagai konsumen, sayuran dinikmati oleh semua kelompok, penggunaan media sosial untuk promosi, harga yang tidak stabil akibat iklim dan cuaca, tidak ada jaminan kualitas produk yang mencapai konsumen, persaingan sayuran hidroponik, kurangnya minat membeli sayuran secara online, serta persaingan harga ketat dengan bisnis serupa dari luar daerah.P4S Wanua Lampoko berada di kuadran II, yang berarti meskipun menghadapi berbagai ancaman, P4S Wanua Lampoko masih memiliki kekuatan dari perspektif perusahaan internal.Strategi yang harus ditetapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan strategi diversifikasi.Strategi pemasaran yang direkomendasikan untuk P4S Wanua Lampoko adalah strategi ST (Strength and Threats), yaitu mengendalikan permainan harga produk untuk meningkatkan daya beli masyarakat serta menggunakan benih berkualitas untuk meningkatkan produksi dan kualitas sayuran yang dijual.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi pasar sayuran organik di wilayah sekitar P4S, karena konsumen semakin peduli terhadap kesehatan dan nutrisi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang dampak perubahan iklim terhadap produksi sayuran di P4S, khususnya terkait kestabilan harga dan kualitas produk. Terakhir, penelitian bisa fokus pada pelatihan digital marketing bagi petani di P4S agar mampu meningkatkan efektivitas promosi melalui media sosial dan platform online.

  1. Analysis of Vegetables Marketing Strategy at Center of Agriculture Course and Self-Subsistent Rural Areas... doi.org/10.31327/aj.v6i2.2077Analysis of Vegetables Marketing Strategy at Center of Agriculture Course and Self Subsistent Rural Areas doi 10 31327 aj v6i2 2077
  2. Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Pemasaran Sayuran Oleh Sayurkita.mlg Saat Masa Pandemi Covid... jiss.publikasiindonesia.id/index.php/jiss/article/view/24Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Pemasaran Sayuran Oleh Sayurkita mlg Saat Masa Pandemi Covid jiss publikasiindonesia index php jiss article view 24
Read online
File size318.46 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test