UnwahasUnwahas

Majalah Ilmiah MomentumMajalah Ilmiah Momentum

Pesawat merupakan sarana transportasi yang memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi dan pertahanan, mengingat bahwa Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan dengan kondisi geografis yang sulit untuk diakses tanpa sarana transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan koefisiean hinge moment dan side force bidang kendali ekor pesawat N-XXX pada bagian rudder horn dengan variasi defleksi dengan derajat tertentu. Metode yang digunakan untuk analisis aerodinamika ada beberapa macam, yakni metode analisis Computational Fluid Dynamic (CFD) dan eksperimen yang biasa dilakukan dengan uji terowongan angin yang menawarkan tingkat keakuratan hasil lebih nyata namun dengan biaya yang lebih besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan variasi defleksi pada horn rudder sebesar 0°,10°,20° untuk mengetahui nilai hinge moment dan side force dengan langkah mengidealisasi geometri, meshing dan diselesaikan dengan CFD untuk perhitungannya guna mendapatkan nilai hinge moment dan side force. Pada defleksi 0° mempunyai nilai hinge moment -0.588, defleksi 10° mempunyai nilai hinge moment 0.653 dan defleksi 20° mempunyai nilai hinge moment -3.836 sedangkan untuk nilai side force pada defleksi 0° mempunyai nilai side force -0.999, defleksi pada 10° mempunyai nilai side force 70.908, defleksi 20° mempunyai nilai side force 106.773.

Koefisien momen poros pada variasi defleksi 0° yaitu -0.000245, pada variasi defleksi 10° yaitu 0.000272, sedangkan variasi defleksi 20° yaitu -0.Koefisien gaya samping pada variasi defleksi 0° yaitu -0.000867, pada variasi defleksi 10° yaitu 0.06146, sedangkan variasi defleksi 20° yaitu 0.Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan koefisien hinge moment dan koefisien side force dengan simulasi ini tidak sepenuhnya tepat karena penyerdehanaan, keterbatasan domain fluida, kualitas dan keterbatasan jumlah mesh, asumsi yang digunakan, luas planform pada rudder horn, mean aerodynamic chord dan penentuan local coordinate frame hinge lone yang dilakukan dengan pendekatan grafis, namun data ini dapat digunakan sebagai referensi untuk menganalisa berbagai kondisi dengan biaya yang murah dan masih berada pada kondisi yang dapat ditoleransi.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengembangkan metode meshing menggunakan teknik adaptive meshing untuk meningkatkan akurasi simulasi CFD. Selanjutnya, validasi hasil simulasi dengan eksperimen laboratorium melalui uji terowongan angin dapat memberikan data empiris yang lebih konkret. Sebagai arah studi baru, penelitian juga bisa fokus pada pengaruh variasi sudut defleksi yang lebih luas, seperti 30° hingga 45°, untuk melihat perubahan pola aliran udara dan efeknya terhadap momen poros serta gaya samping. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang desain aerodinamika pesawat yang efektif dan aman. Penelitian lain dapat membandingkan hasil simulasi CFD dengan metode eksperimental tradisional seperti uji terowongan angin untuk mengidentifikasi penyimpangan akibat asumsi model. Selain itu, penggunaan material berbeda pada komponen horn rudder untuk mengurangi beban aerodinamika juga bisa menjadi fokus penelitian lanjutan. Terakhir, studi tentang pengaruh kecepatan udara dan densitas berbeda dalam simulasi dapat membantu memahami respons aerodinamika pesawat di berbagai kondisi lingkungan terbang.

Read online
File size610.44 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test