ITNITN

JURNAL FLYWHEELJURNAL FLYWHEEL

Pemanfaatan energi angin sebagai sumber energi listrik di Indonesia saat ini umumnya masih tergolong rendah, karena kecepatan angin di wilayah Indonesia rata-rata berkisar dari 3 m/s hingga 5 m/s. Turbin angin yang sesuai dengan kecepatan angin yang rendah adalah Vertical Axis Wind Turbine (VAWT). Pengembangan VAWT telah dilakukan penelitian, namun belum dilakukan penambahan alur pada permukaan sudu. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan alur pada permukaan sudu pada VAWT Darrieus H untuk meningkatkan kinerja wind turbine. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan variasi penambahan alur pada permukaan sudu (alur vertikal, horizontal, dan miring) serta variasi kecepatan angin (6,9 m/s, 5,7 m/s, dan 4,8 m/s). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin sebagai sumber energi dan penambahan alur pada permukaan sudu sangat mempengaruhi nilai torsi, daya mekanis, daya output, dan efisiensi. Nilai efisiensi tertinggi diperoleh dengan menggunakan penambahan alur miring pada permukaan sudu sebesar 22,75% pada kecepatan angin 6,9 m/s dibandingkan dengan penambahan alur vertikal dan horizontal.

Kecepatan angin dan penambahan alur pada permukaan sudu sangat mempengaruhi kinerja turbin angin, terutama terhadap nilai torsi, daya mekanis, daya output, dan efisiensi.Alur miring memberikan efisiensi tertinggi sebesar 22,75% pada kecepatan angin 6,9 m/s dibandingkan alur vertikal dan horizontal.Hal ini menunjukkan bahwa desain alur pada sudu memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja Vertical Axis Wind Turbine tipe Darrieus H.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki pengaruh variasi sudut kemiringan alur terhadap kinerja turbin angin, karena sudut yang optimal dapat meningkatkan aliran angin dan mengurangi hambatan secara lebih efektif dibandingkan alur miring dengan satu sudut tetap. Kedua, perlu dikaji bagaimana kombinasi antara alur miring dengan variasi bentuk profil sudu (seperti NACA) dapat meningkatkan efisiensi lebih lanjut, mengingat bentuk aerodinamis sudu juga sangat krusial dalam menangkap energi angin. Ketiga, penting untuk mengevaluasi kinerja turbin dalam kondisi angin turbulen atau tidak stabil, seperti di lingkungan perkotaan, guna mengetahui apakah alur miring tetap unggul dalam skenario dunia nyata. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi penggunaan material ringan dan tahan lama pada sudu ber-alur untuk mengurangi beban struktural dan meningkatkan umur pakai. Studi lebih dalam terhadap distribusi tekanan dan aliran udara di sekitar sudu ber-alur miring menggunakan simulasi CFD juga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai mekanisme peningkatan efisiensi. Selain itu, penting untuk membandingkan kinerja alur miring dengan variasi jumlah alur per sudu, karena kerapatan alur dapat memengaruhi dinamika aliran angin. Penelitian juga bisa menguji sistem hybrid antara VAWT ber-alur miring dengan panel surya pada skala rumah tangga untuk menilai potensi kombinasi sumber energi terbarukan. Studi tentang dampak keausan alur akibat debu atau partikel udara terhadap performa jangka panjang turbin juga layak diteliti. Pengujian dalam terowongan angin dengan skenario kecepatan angin yang bervariasi secara dinamis dapat mencerminkan kondisi nyata lebih akurat. Dengan eksplorasi arah-arah penelitian ini, pengembangan turbin angin skala kecil untuk wilayah berangin rendah seperti Indonesia dapat menjadi lebih efisien dan aplikatif.

Read online
File size553.46 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test