MANDALANURSAMANDALANURSA

Research of Service Administration Health and Sains HealthysResearch of Service Administration Health and Sains Healthys

Organisasi pelayanan kesehatan primer memerlukan budaya yang terintegrasi agar dapat menerjemahkan tujuan strategis menjadi perilaku pelayanan yang konsisten. Penelitian ini mengembangkan model budaya inter-organisasional menggunakan Balanced Scorecard di Klinik Kusuma Pertiwi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Studi kasus kualitatif deskriptif-eksploratif dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan tinjauan dokumen dengan melibatkan tujuh informan kunci dari berbagai peran manajerial dan generasi. Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui kondensasi data, tampilan data, penarikan kesimpulan, triangulasi, dan pengecekan anggota. Temuan menunjukkan bahwa budaya klinik berakar pada orientasi keluarga, keterbukaan, disiplin, fleksibilitas, dan kejujuran, tetapi memerlukan transparansi keuangan yang lebih kuat, distribusi peran yang lebih jelas, koordinasi digital, dan akuntabilitas terstruktur. Analisis Balanced Scorecard menunjukkan kepuasan pasien yang baik dan budaya belajar, sementara perspektif keuangan dan proses internal memerlukan perbaikan sistematis yang lebih lanjut. Model yang diusulkan mengintegrasikan nilai-nilai budaya inti, nilai-nilai profesional baru, mekanisme operasional, kepemimpinan kolaboratif, dan bimbingan lintas generasi untuk memperkuat kinerja klinik.

Penelitian ini mengembangkan model budaya inter-organisasional berdasarkan Balanced Scorecard di Klinik Kusuma Pertiwi.Temuan menunjukkan bahwa budaya klinik berakar pada orientasi keluarga, keterbukaan, disiplin, fleksibilitas, kejujuran, kolaborasi, dan komitmen terhadap keselamatan pasien.Nilai-nilai ini mendukung kepuasan pasien dan koordinasi informal, tetapi perlu diperkuat dengan transparansi, akuntabilitas, kesiapan digital, dan profesionalisme terstruktur.Analisis Balanced Scorecard mengungkapkan bahwa perspektif pelanggan dan pertumbuhan belajar relatif kuat, sementara perspektif keuangan dan proses internal memerlukan perbaikan sistematis.Model yang diusulkan terdiri dari lima komponen.nilai-nilai budaya inti yang dipertahankan, nilai-nilai profesional baru, mekanisme operasional, kepemimpinan kolaboratif, dan bimbingan lintas generasi.Model ini dapat membantu klinik menerjemahkan budaya menjadi praktik kinerja yang dapat diukur.Implementasi masa depan harus didukung oleh komitmen kepemimpinan, sistem digital, evaluasi rutin, pelatihan, dan mekanisme bimbingan yang memanfaatkan kekuatan setiap generasi.Penelitian lebih lanjut harus menguji model di fasilitas pelayanan kesehatan primer lainnya dan menilai dampaknya secara longitudinal.

Untuk meningkatkan kinerja klinik, penelitian ini menyarankan agar klinik fokus pada digitalisasi keuangan dan transparansi. Selain itu, proses perlu didesain ulang dengan distribusi tugas yang lebih jelas, aliran pendaftaran yang sensitif terhadap privasi, dan koordinasi digital untuk mengurangi waktu tunggu. Pelatihan dan mentoring juga perlu diinstitusionalisasikan untuk meningkatkan kapasitas belajar. Model yang diusulkan dapat membantu klinik menerjemahkan budaya menjadi praktik kinerja yang dapat diukur. Implementasi model ini harus didukung oleh komitmen kepemimpinan, sistem digital, evaluasi rutin, dan mekanisme bimbingan lintas generasi. Penelitian lebih lanjut dapat menguji model ini di fasilitas pelayanan kesehatan primer lainnya dan menilai dampaknya secara longitudinal.

Read online
File size319.7 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test