MANDALANURSAMANDALANURSA

Research of Service Administration Health and Sains HealthysResearch of Service Administration Health and Sains Healthys

Vaksinasi inti merupakan layanan pencegahan dasar untuk menjaga kesehatan kucing dan membatasi penyebaran penyakit menular yang berpotensi berdampak pada kesehatan hewan dan manusia. Namun, kepatuhan pemilik kucing terhadap jadwal vaksinasi yang dianjurkan tetap menjadi tantangan manajerial di klinik veteriner. Studi ini mengeksplorasi pengaruh akses layanan dan komunikasi dokter hewan terhadap kepatuhan pemilik kucing dalam vaksinasi inti di Sukma Animal Care Veterinary Clinic, Wonosobo. Desain survei kuantitatif diterapkan pada 100 pemilik kucing yang dipilih melalui sampling sengaja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berstruktur lima poin Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta regresi linear. Temuan menunjukkan persepsi tinggi responden terhadap akses layanan (rata-rata = 4,03), komunikasi dokter hewan (rata-rata = 3,92), dan kepatuhan (rata-rata = 3,99). Analisis regresi menunjukkan bahwa akses layanan secara signifikan memprediksi kepatuhan (B = 0,496, beta = 0,480, p < 0,001), sementara komunikasi dokter hewan juga memiliki efek positif signifikan (B = 0,508, beta = 0,478, p < 0,001). Secara bersamaan, kedua variabel menjelaskan 44,3% variasi kepatuhan (R2 = 0,443; F = 38,560; p < 0,001). Studi ini menyimpulkan bahwa meningkatkan sistem layanan yang mudah diakses dan memperkuat komunikasi dokter hewan yang jelas, empatik, dan interaktif merupakan strategi manajerial penting untuk meningkatkan kepatuhan pemilik terhadap program vaksinasi pencegahan.

Akses layanan dan komunikasi dokter hewan secara signifikan memengaruhi kepatuhan pemilik kucing terhadap vaksinasi inti.Penelitian ini menunjukkan bahwa struktur layanan yang mudah diakses dan komunikasi yang efektif dapat meningkatkan kepatuhan.Rekomendasi untuk meningkatkan kepatuhan mencakup penyederhanaan prosedur administratif, pengembangan sistem pengingat, serta pelatihan komunikasi interpersonal.Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk memperluas model ini dengan mempertimbangkan variabel sosial ekonomi dan budaya.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji peran teknologi digital dalam meningkatkan akses layanan vaksinasi kucing melalui platform online. Selanjutnya, studi tentang pengaruh faktor budaya dan kepercayaan masyarakat terhadap komunikasi veternarian dalam mempengaruhi kepatuhan vaksinasi perlu dilakukan. Terakhir, penelitian tentang dampak jangka panjang kepatuhan vaksinasi terhadap kesehatan populasi kucing dan risiko penyebaran penyakit menular dapat memberikan wawasan baru untuk strategi pencegahan yang lebih efektif.

  1. avma. avma need enable javascript run app avmajournals.avma.org/view/journals/javma/263/5/javma.24.08.0551.xmlavma avma need enable javascript run app avmajournals avma view journals javma 263 5 javma 24 08 0551 xml
  2. Pet owners’ and veterinarians’ perceptions of information exchange and clinical decision-making... doi.org/10.1371/journal.pone.0245632Pet ownersAo and veterinariansAo perceptions of information exchange and clinical decision making doi 10 1371 journal pone 0245632
  3. TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIK TERHADAP RISIKO PENULARAN RABIES DARI HEWAN PELIHARAANNYA | Journal... bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/10287TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PEMILIK TERHADAP RISIKO PENULARAN RABIES DARI HEWAN PELIHARAANNYA Journal bajangjournal index php JIRK article view 10287
  4. avma. avma need enable javascript run app doi.org/10.2460/ajvr.25.01.0016avma avma need enable javascript run app doi 10 2460 ajvr 25 01 0016
Read online
File size271.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test