UNDARISUNDARIS

Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)Waspada (Jurnal Pengembangan Pendidikan)

Generasi Z merupakan kelompok usia terbesar di Indonesia yang tumbuh sebagai digital native dengan akses tak terbatas ke media sosial, sehingga rentan terhadap paparan paham ekstremisme dan intoleransi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan moderasi beragama di kalangan Gen Z melalui pendekatan filsafat Emmanuel Levinas, khususnya dalam perspektif bahasa di media sosial. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur di Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, penelitian ini menemukan bahwa 73 persen partisipan kesulitan membedakan kritik sehat dan ujaran kebencian, serta 34 persen pernah terpapar konten intoleran. Penerapan konsep wajah orang lain Levinas terbukti efektif mengubah perilaku berbahasa partisipan menjadi lebih inklusif dan bertanggung jawab. Penelitian ini merekomendasikan integrasi etika Levinasian ke dalam kurikulum pendidikan agama dan literasi digital untuk mendukung program Asta Cita butir kedelapan tentang penguatan toleransi antarumat beragama.

Penelitian ini berhasil mengidentifikasi bahwa krisis moderasi beragama di kalangan Gen Z tidak hanya disebabkan oleh konten intoleran di media sosial, tetapi juga oleh ketidakmampuan Gen Z dalam memahami dan mempraktikkan etika berbahasa yang bertanggung jawab di ruang digital.Filsafat Emmanuel Levinas dengan konsep wajah orang lain dan tanggung jawab tak terbatas terbukti memiliki relevansi yang kuat untuk mengatasi krisis ini, karena pendekatannya yang autentik, personal, dan tidak menggurui—karakteristik yang sangat sesuai dengan preferensi komunikasi Gen Z.Temuan ini memberikan arah baru bagi strategi pemerintah dalam mendukung program Asta Cita butir kedelapan, yaitu dengan mengintegrasikan etika Levinasian ke dalam pendidikan agama, literasi digital, dan pemberdayaan content creator muda.Meskipun masih terdapat keterbatasan, penelitian ini telah membuka jalan bagi integrasi antara filsafat etika kontinental dan kebijakan publik di Indonesia, khususnya dalam upaya membangun generasi muda yang moderat, toleran, dan bertanggung jawab secara moral di era digital.

Untuk mendukung program Asta Cita, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan kurikulum pendidikan agama yang terintegrasi dengan literasi digital, khususnya dalam konteks moderasi beragama. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep wajah orang lain Levinas dapat diterapkan dalam kurikulum tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan praktik etika berbahasa yang bertanggung jawab di kalangan Gen Z. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki peran content creator muda dalam mempromosikan moderasi beragama di media sosial, serta strategi yang efektif untuk memberdayakan mereka dalam menciptakan konten yang inklusif dan bertanggung jawab.

Read online
File size258.89 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test