UIADUIAD

Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan TafsirJurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir

Penelitian ini mengkaji metodologi penafsiran Al-Qusyairi dalam Lathaif al-Isyarat, menganalisis bagaimana keragaman qiraat (variasi bacaan Al-Quran) berfungsi sebagai instrumen hermeneutika untuk membuka makna spiritual. Dengan menerapkan hermeneutika filosofis Paul Ricoeur, artikel ini mengusulkan bahwa qiraat dalam tafsir Sufi tidak hanya berfungsi sebagai fenomena fonetis, melainkan sebagai pintu gerbang semantis menuju makna ilahi yang multidimensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa setiap qiraat menghasilkan horizon semantis yang berbeda, memperkaya kemungkinan penafsiran, dan menciptakan jarak produktif yang memungkinkan hermeneutika kreatif. Al-Qusyairi mengintegrasikan variasi-variasi ini ke dalam epistemologi mistis yang koheren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialog antara tafsir berbasis qiraat klasik dan hermeneutika Ricoeurian kontemporer menawarkan model interdisipliner inovatif bagi kajian skriptural Islam yang menghormati pluralitas tekstual dan kesatuan makna spiritual, serta memberikan kontribusi signifikan bagi perdebatan hermeneutika agama dalam konteks pluralistis.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa keterlibatan Al-Qusyairi dengan qiraat (berbagai bacaan Al-Quran) dalam Lathaif al-Isyarat merupakan praktik hermeneutika yang canggih, yang beresonansi dengan hermeneutika filosofis kontemporer, khususnya kerangka Paul Ricoeur.Adanya berbagai qiraat yang sah menciptakan distansiasi produktif, memungkinkan pembacaan spiritual dengan mentransposisi qiraat dari kerangka linguistik-hukum ke dalam kerangka perjalanan mistis.Setiap qiraat berfungsi sebagai pintu gerbang menuju dunia teks, membuka horizon makna dan kemungkinan eksistensial.Mimesis tiga lapis mengartikulasikan struktur tempat teks-teks suci mentransformasi eksistensi manusia.Adanya berbagai qiraat tidak melemahkan kesatuan tekstual, melainkan memanifestasikannya.Melalui konflik interpretasi, bacaan-bacaan yang beragam menerangi segi-segi berbeda dari satu realitas transenden.Penelitian ini menyediakan sumber daya intelektual bagi pemikiran Islam kontemporer untuk mengartikulasikan kompatibilitas otoritas tekstual tradisional dengan kecanggihan hermeneutika modern, dan menawarkan model bagi percakapan hermeneutis lintas iman dan lintas budaya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis komparatif tentang bagaimana mufasir-mufasir Islam klasik lainnya, seperti Ibn Arabi, Al-Baydawi, dan Al-Tabari, bergelut dengan hermeneutika qiraat. Penerapan kerangka hermeneutika alternatif pada teks Al-Qusyairi dapat mengembangkan pemahaman yang multisegi. Selain itu, menelusuri sejarah penerimaan pendekatan Al-Qusyairi oleh generasi-generasi penafsir Sufi berikutnya akan memberikan wawasan tentang perkembangan hermeneutika Sufi. Pengembangan panduan metodologis konkret bagi penafsiran Al-Quran kontemporer berdasarkan kerangka yang ditetapkan dalam penelitian ini juga akan menjadi saran yang bermanfaat. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memperluas pemahaman tentang hermeneutika Islam dan kontribusinya dalam kajian agama komparatif.

Read online
File size1.14 MB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test