AKADEMITNIALAKADEMITNIAL

Electronic Sea and Defence JournalElectronic Sea and Defence Journal

Komunikasi yang efektif merupakan faktor kunci dalam mendukung kelancaran operasi militer, khususnya pada operasi gabungan TNI Angkatan Laut yang sering dilaksanakan di wilayah terpencil dan minim infrastruktur jaringan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penelitian ini merancang sistem komunikasi taktis berbasis mikrokontroler yang mampu mengirimkan pesan teks dan suara tanpa bergantung pada jaringan GSM maupun internet. Perancangan sistem menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama dan modul LoRa SX1278 sebagai media komunikasi nirkabel jarak jauh. Sistem dilengkapi dengan keypad untuk input teks, LCD untuk menampilkan pesan, serta mikrofon dan DFPlayer Mini untuk perekaman dan pemutaran suara. Semua komponen dirancang agar saling terintegrasi dan dapat beroperasi secara mandiri di lapangan dengan sumber daya baterai. Hasil dari penelitian ini berupa rancangan sistem komunikasi dua arah yang sederhana, portabel, dan hemat energi, yang dapat diadopsi sebagai solusi komunikasi alternatif untuk mendukung operasi TNI AL di medan tugas. Perancangan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan lebih lanjut menuju prototipe dan pengujian sistem dalam skenario nyata.

Sistem komunikasi taktis berbasis mikrokontroler berhasil dikembangkan menggunakan perangkat ESP32 dan modul LoRa SX1278 untuk mendukung komunikasi teks dan suara tanpa memerlukan jaringan GSM atau internet.Sistem ini memungkinkan komunikasi dua arah antara dua perangkat (node) dalam bentuk pesan teks dan pesan suara.Komunikasi teks dilakukan melalui keypad dan ditampilkan pada LCD, sementara komunikasi suara direkam melalui mikrofon, disimpan dalam SD card, dan diputar ulang menggunakan DFPlayer Mini dan speaker.Sistem ini bersifat portable, hemat daya, dan cocok diterapkan dalam skenario operasi militer TNI AL di wilayah terpencil, serta dapat menjadi solusi alternatif dalam menunjang komunikasi taktis pada operasi gabungan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan fitur enkripsi data untuk meningkatkan keamanan komunikasi dalam medan operasi. Selain itu, sistem perlu diuji dalam lingkungan perairan terbuka dan kondisi operasi nyata seperti di kapal atau pulau kecil untuk memastikan kinerja dalam skenario ekstrem. Pengembangan juga bisa dilakukan untuk meningkatkan durasi dan kualitas suara dengan mengoptimalkan kompresi data atau menggunakan teknologi komunikasi berbandwidth lebih tinggi. Integrasi jaringan mesh dan GPS juga dapat dipertimbangkan untuk memperluas cakupan komunikasi dan navigasi dalam operasi gabungan. Penelitian tentang adaptasi sistem untuk kondisi cuaca buruk atau gangguan elektromagnetik juga relevan untuk meningkatkan ketahanan sistem. Dengan mempertimbangkan kebutuhan TNI AL, penelitian lanjutan bisa fokus pada pengembangan prototipe yang lebih kecil dan tahan air untuk operasi laut. Pengujian kinerja dalam skenario operasi amfibi atau pendaratan juga penting untuk memastikan keandalan sistem dalam kondisi dinamis. Selain itu, penggunaan baterai dengan daya tahan lebih lama atau sumber daya alternatif bisa menjadi arah penelitian untuk meningkatkan daya tahan operasional. Terakhir, studi tentang pengintegrasian sistem ini dengan platform komunikasi militer yang sudah ada dapat membuka peluang penggunaan yang lebih luas dan efektif.

Read online
File size642.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test