BUMIPUBLIKASINUSANTARABUMIPUBLIKASINUSANTARA

ASEAN Journal of Economic and Economic EducationASEAN Journal of Economic and Economic Education

Ketidakmampuan ekonomi dapat mengancam kemampuan siswa untuk tetap berada dalam pendidikan tinggi dan mendorong siswa yang rentan secara finansial untuk mengadopsi strategi penghasilan berorientasi kelangsungan hidup. Studi kualitatif single-case ini mengeksplorasi pengalaman seorang mahasiswi di Davao, Filipina, yang terlibat dalam pekerjaan seks untuk mempertahankan pendidikannya. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-struktural dan dianalisis menggunakan analisis tematik reflektif. Tekanan finansial rumah tangga, akses terbatas ke pekerjaan berpenghasilan cukup, dan biaya pendidikan membentuk keterlibatannya dalam pekerjaan seks. Partisipan memandang pekerjaan seks sebagai strategi kelangsungan hidup sementara sambil tetap menganggap pendidikan sebagai jalan menuju mobilitas sosial dan pekerjaan formal di masa depan. Temuan menekankan kebutuhan bantuan keuangan, kesempatan kerja bagi mahasiswa yang mudah diakses, dan dukungan institusional yang inklusif bagi pembelajar yang secara ekonomi tertinggal.

Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pekerjaan seks dipengaruhi oleh ketidakmampuan ekonomi, kurangnya akses ke pekerjaan berpenghasilan cukup, dan biaya pendidikan.Meskipun pekerjaan seks memberikan manfaat finansial sementara, partisipan mengalami stigma, rasa bersalah, dan kekhawatiran tentang martabat pribadi, sambil tetap menganggap pendidikan sebagai jalan menuju pekerjaan formal dan peningkatan kondisi sosial-ekonomi.Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi perlu memperkuat bantuan keuangan, dukungan darurat, kesempatan kerja bagi mahasiswa yang mudah diakses, serta layanan psikososial yang tidak menghakimi untuk mengurangi risiko mahasiswa rentan bergantung pada strategi kelangsungan hidup berisiko tinggi.Penelitian ini hanya mengeksplorasi satu kasus, sehingga hasilnya tidak dimaksudkan untuk generalisasi statistik.Penelitian lanjutan perlu menguji kasus-kasus lain di berbagai institusi pendidikan dan konteks sosial-ekonomi untuk memahami interaksi antara ketidakmampuan ekonomi, kondisi kerja, dukungan institusional, dan keberlanjutan pendidikan di kalangan mahasiswa yang secara finansial tertinggal.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran program dukungan komunitas dalam mengurangi stigma terhadap mahasiswa yang terlibat dalam pekerjaan seks, mempelajari dampak kebijakan perubahan terhadap akses pekerjaan bagi mahasiswa, serta mengevaluasi efektivitas layanan konseling non-judgmental dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan emosional dan psikologis. Selain itu, penelitian bisa membandingkan strategi kelangsungan hidup akademik di berbagai negara dengan konteks sosial-ekonomi yang berbeda, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong atau menghambat partisipasi mahasiswa dalam pendidikan tinggi meski menghadapi kesulitan ekonomi. Penelitian juga dapat fokus pada peran pendidikan non-formal atau pelatihan keterampilan untuk meningkatkan peluang kerja formal bagi mahasiswa rentan. Dengan memahami dinamika ini, institusi pendidikan dan pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa yang secara ekonomi tertinggal.

Read online
File size586.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test