UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang masih menjadi masalah kesehatan pada kelompok dewasa, yang dipengaruhi oleh pola makan tidak teratur dan konsumsi kopi berlebih. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada dewasa di UPT Puskesmas Pagar Merbau Kabupaten Deli Serdang menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearmans Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pola makan buruk (60,0%), konsumsi kopi berat (66,7%), dan gastritis berat (83,3%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan (r = 0,531; p = 0,003) dan konsumsi kopi (r = 0,441; p = 0,015) dengan kejadian gastritis, dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif.

Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan konsumsi kopi dengan kejadian gastritis pada pasien dewasa di UPT Puskesmas Pagar Merbau.Hasil analisis bivariat menggunakan uji Spearman menunjukkan bahwa pola makan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian gastritis dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,531 yang termasuk dalam kategori hubungan sedang dan bernilai positif, serta nilai p-value = 0,003 (p < 0,05), sehingga secara statistik signifikan.artinya semakin buruk pola makan, maka semakin berat tingkat gastritis.Selain itu, konsumsi kopi juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian gastritis dengan nilai koefisien korelasi r = 0,441 (hubungan sedang, positif) dan p-value = 0,015 (p < 0,05), yang berarti semakin tinggi konsumsi kopi, maka semakin meningkat keparahan gastritis.Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut memiliki hubungan yang nyata dan searah terhadap kejadian gastritis, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor gaya hidup seperti pola makan tidak teratur dan konsumsi kopi berlebihan berperan penting dalam meningkatkan risiko dan keparahan gastritis.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menggunakan sampel yang lebih besar dan analisis multivariat untuk mengendalikan faktor-faktor perancu seperti infeksi Helicobacter pylori, penggunaan OAINS, kebiasaan merokok, konsumsi alcohol, tingkat stress, dan karakteristik konsumsi kopi. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk melakukan studi longitudinal untuk lebih memahami hubungan kausal antara pola makan, konsumsi kopi, dan kejadian gastritis. Penelitian juga dapat dilakukan pada populasi yang lebih beragam untuk melihat perbedaan karakteristik dan pengaruhnya terhadap kejadian gastritis. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif untuk upaya promotif dan preventif dalam menangani masalah gastritis di masyarakat.

Read online
File size241.64 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test