UnmulUnmul

Jurnal Kedokteran MulawarmanJurnal Kedokteran Mulawarman

Ikterik neonatorum merupakan kondisi klinis yang sering ditemukan pada awal kehidupan, tetapi dapat berkembang menjadi masalah keselamatan pasien apabila pengenalan risiko, pemantauan bilirubin, edukasi keluarga, dokumentasi, dan tindak lanjut klinis tidak dilakukan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis asosiasi tingkat pengetahuan dan sikap petugas kesehatan dengan kejadian ikterik neonatorum di sebuah rumah sakit rujukan di Samarinda. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan potong lintang pada Februari 2024. Sebanyak 33 petugas kesehatan yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan melalui total sampling. Pengetahuan dan sikap diukur menggunakan kuesioner berbasis Google Form, sedangkan kejadian ikterik neonatorum dinilai melalui lembar observasi pada hari kedua hingga ketiga kehidupan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Fisher Exact pada tingkat signifikansi 5%. Pengetahuan baik ditemukan pada 14 responden (42,4%), cukup pada 11 responden (33,3%), dan kurang pada 8 responden (24,2%). Sikap baik ditemukan pada 22 responden (66,7%), sedangkan sikap kurang pada 11 responden (33,3%). Kejadian ikterik ditemukan pada 10 bayi (30,3%). Pengetahuan berasosiasi signifikan dengan kejadian ikterik neonatorum (p < 0,001). Sikap juga berasosiasi signifikan dengan kejadian ikterik neonatorum (p < 0,001; OR = 94,5; 95% CI = 7,571–1179,529). Temuan ini mendukung pendidikan berkelanjutan, standardisasi observasi ikterik, penilaian bilirubin objektif bila tersedia, komunikasi keluarga, dokumentasi lengkap, dan alur eskalasi klinis sebagai komponen keselamatan pasien neonatal.

Pengetahuan dan sikap petugas kesehatan berasosiasi signifikan dengan kejadian ikterik neonatorum di sebuah rumah sakit rujukan di Samarinda.Pengetahuan baik terkonsentrasi pada kelompok pengamatan tidak ikterik, sedangkan pengetahuan kurang terkonsentrasi pada kelompok ikterik.Sikap petugas kesehatan juga menunjukkan asosiasi yang kuat dengan kejadian ikterus, meskipun nilai OR perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena ukuran sampel kecil dan interval kepercayaan sangat lebar.Dalam perspektif keselamatan pasien, hasil ini menunjukkan bahwa pengenalan risiko, pemantauan, komunikasi keluarga, dokumentasi, dan eskalasi klinis merupakan proses penting dalam manajemen ikterus neonatorum.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas program pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petugas kesehatan terhadap ikterik neonatorum. Selain itu, studi tentang pengaruh protokol standarisasi observasi ikterik terhadap pengurangan komplikasi neonatal juga relevan. Terakhir, penelitian bisa mengkaji peran edukasi keluarga dalam deteksi dini ikterik neonatorum melalui pendekatan komunikasi yang lebih efektif.

  1. Knowledge, attitudes and practices regarding neonatal jaundice among caregivers in a tertiary health... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0251846Knowledge attitudes and practices regarding neonatal jaundice among caregivers in a tertiary health journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0251846
  2. The Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology (STROBE) Statement: Guidelines... doi.org/10.1371/journal.pmed.0040296The Strengthening the Reporting of Observational Studies in Epidemiology STROBE Statement Guidelines doi 10 1371 journal pmed 0040296
Read online
File size497.59 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test