TRISAKTITRISAKTI

Jurnal Magister Akuntansi TrisaktiJurnal Magister Akuntansi Trisakti

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki tingkat biaya keagenan pada perusahaan bernilai tinggi dan rendah yang terdaftar di IDX selama pandemi COVID-19, serta menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan dan utang terhadap kinerja perusahaan yang dimediasi oleh variabel biaya keagenan. Nilai rata-rata EXPR dan AUR digunakan dalam penelitian ini sebagai dasar untuk menentukan biaya keagenan tinggi atau rendah pada perusahaan IDX 30 di Indonesia. Analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan dan utang terhadap kinerja perusahaan yang dimediasi oleh variabel biaya keagenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya keagenan pada perusahaan IDX 30 adalah rendah. Tata kelola perusahaan (CG) secara signifikan memengaruhi tingkat biaya keagenan dan kinerja perusahaan. Meskipun pengaruh langsung utang terhadap kinerja perusahaan tidak signifikan, pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan yang dimediasi oleh biaya keagenan rendah menunjukkan hubungan yang signifikan. Hal ini berarti tata kelola perusahaan IDX 30 dapat membatasi kebijakan manajer perusahaan untuk mencapai kepentingan mereka, sementara utang jangka pendek perusahaan juga membuat manajer lebih berhati-hati dalam menggunakan kas, karena perusahaan harus membayar bunga utang.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola perusahaan (CG) secara signifikan memengaruhi biaya keagenan dan kinerja perusahaan di IDX 30 selama pandemi COVID-19, menunjukkan peran CG dalam meminimalkan eksplorasi arus kas bebas dan meningkatkan performa.Meskipun utang tidak memiliki efek langsung signifikan pada kinerja, utang secara tidak langsung memengaruhi kinerja melalui mediasi biaya keagenan yang rendah, mendorong manajer untuk lebih berhati-hati dalam investasi.Temuan ini menegaskan bahwa rasio dewan komisaris, dewan direksi, dan utang dapat menjadi referensi bagi perusahaan lain dalam meminimalkan biaya keagenan dan meningkatkan kinerja.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai efektivitas mekanisme tata kelola perusahaan di tengah gejolak ekonomi, khususnya dengan meninjau secara lebih rinci karakteristik dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit. Mengingat temuan bahwa rasio komite audit tidak signifikan, studi masa depan dapat mengeksplorasi secara kualitatif atau kuantitatif faktor-faktor spesifik seperti pengalaman profesional, keberagaman gender, atau independensi fungsional para anggota dewan yang mungkin memengaruhi kemampuan mereka dalam memitigasi biaya keagenan secara lebih efektif. Selain itu, mengingat pentingnya arus kas bebas dalam teori keagenan, disarankan untuk mengkaji secara komprehensif bagaimana kebijakan pengelolaan arus kas bebas perusahaan berinteraksi dengan struktur tata kelola dan tingkat utang dalam memengaruhi biaya keagenan, terutama di lingkungan yang tidak menentu seperti pandemi. Pertanyaan penelitian bisa berpusat pada apakah perusahaan dengan tingkat arus kas bebas yang tinggi cenderung memiliki biaya keagenan yang lebih besar meskipun memiliki tata kelola yang baik, dan bagaimana utang jangka pendek berperan sebagai mekanisme disipliner dalam kondisi tersebut. Terakhir, untuk memberikan perspektif yang lebih holistik tentang kinerja, penelitian mendatang dapat menganalisis respons pasar terhadap praktik tata kelola dan manajemen biaya keagenan perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan variabel eksternal seperti persepsi investor, volatilitas harga saham, atau respons terhadap pengumuman dividen sebagai indikator tambahan kinerja, guna memahami bagaimana pasar menilai upaya perusahaan dalam mengelola konflik keagenan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Read online
File size283.37 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test