TRISAKTITRISAKTI

Jurnal Magister Akuntansi TrisaktiJurnal Magister Akuntansi Trisakti

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi (X₁), sumber daya (X₂), disposisi (X₃), dan struktur birokrasi (X₄) terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah (Y), serta untuk menguji peran moderasi teknologi informasi (Z). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan Analisis Regresi Moderasi (MRA) dengan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa disposisi dan struktur birokrasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah, sedangkan komunikasi dan sumber daya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Selain itu, teknologi informasi ditemukan hanya memoderasi hubungan antara struktur birokrasi dan efektivitas pengelolaan keuangan, yang menunjukkan perannya dalam memperkuat mekanisme tata kelola struktural. Namun, teknologi informasi tidak memoderasi efek komunikasi, sumber daya, atau disposisi. Temuan ini menyoroti bahwa efektivitas pengelolaan keuangan daerah terutama ditentukan oleh aspek perilaku dan struktural organisasi. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan tata kelola sektor publik dengan menekankan interaksi antara struktur organisasi dan dukungan teknologi. Secara praktis, hasilnya menunjukkan bahwa mengoptimalkan struktur birokrasi yang didukung oleh teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Pasuruan sangat dipengaruhi oleh disposisi aparatur dan kejelasan struktur birokrasi, sedangkan komunikasi dan sumber daya tidak menunjukkan pengaruh signifikan karena keterbatasan kualitas penyampaian informasi dan kompetensi teknis SDM.Teknologi informasi, khususnya Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), memiliki peran moderasi selektif, secara signifikan memperkuat hubungan antara struktur birokrasi dan efektivitas pengelolaan keuangan, namun tidak untuk komunikasi, sumber daya, atau disposisi.Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi prosedur melalui kontrol akses pengguna dan validasi data bertahap dalam sistem informasi meningkatkan koordinasi dan mengurangi celah diskresi, menegaskan bahwa efektivitas teknologi sangat bergantung pada keselarasan dengan struktur kelembagaan.

Untuk penelitian selanjutnya, sangat dianjurkan untuk memperkaya pemahaman mengenai efektivitas pengelolaan keuangan daerah dengan mengadopsi pendekatan multidisiplin yang lebih komprehensif. Pertama, disarankan untuk memperluas kerangka analisis dengan mengintegrasikan model implementasi kebijakan Edward III dengan teori-teori lain, seperti Teori Kontingensi atau Teori Institusional, guna mengeksplorasi bagaimana konteks organisasi yang berbeda—termasuk budaya birokrasi yang spesifik dan tingkat kesiapan digital—memengaruhi hubungan antara faktor-faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi, dan teknologi informasi terhadap kinerja keuangan. Pertanyaan penelitian dapat diarahkan pada: sejauh mana norma-norma institusional dan kapabilitas digital regional memoderasi atau memediasi dampak variabel-variabel tersebut? Kedua, untuk mengatasi keterbatasan data persepsi dan menangkap nuansa yang lebih dalam, studi di masa depan harus mempertimbangkan penggunaan pendekatan mixed-methods. Ini mencakup kombinasi survei kuantitatif dengan wawancara mendalam atau fokus grup diskusi untuk mengungkap alasan-alasan di balik temuan yang tidak signifikan, misalnya mengapa komunikasi yang sudah ada belum mampu mempengaruhi efektivitas secara optimal, atau hambatan-hambatan konkret dalam pemanfaatan sumber daya. Lebih lanjut, penelitian dapat memvalidasi data subjektif dengan mengintegrasikan indikator kinerja objektif, seperti laporan realisasi anggaran, hasil audit eksternal, dan indeks efisiensi belanja daerah, guna memberikan gambaran yang lebih holistik dan berbasis bukti tentang efektivitas pengelolaan keuangan. Terakhir, mengingat sifat dinamis dari Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), studi longitudinal atau penelitian tindakan sangat relevan untuk melacak dampak jangka panjang dari pembaruan sistem dan perubahan regulasi. Penelitian semacam ini dapat menganalisis bagaimana evolusi fitur teknologi, kebijakan pelatihan berkelanjutan, dan adaptasi pengguna dari waktu ke waktu memengaruhi proses kerja, tingkat kepatuhan, dan pada akhirnya, peningkatan akuntabilitas serta transparansi pengelolaan keuangan daerah secara berkelanjutan.

  1. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti. mediasi sikap pengguna kemanfaatan manajemen sistem daerah jurnal... e-journal.trisakti.ac.id/index.php/jmat/article/view/8024Jurnal Magister Akuntansi Trisakti mediasi sikap pengguna kemanfaatan manajemen sistem daerah jurnal e journal trisakti ac index php jmat article view 8024
  2. Implementasi Sistem Infomasi Berbasis Elektronik Melalui SIPD dalam Proses Perencanaan Pembangunan di... rapik.pubmedia.id/index.php/rapik/article/view/16Implementasi Sistem Infomasi Berbasis Elektronik Melalui SIPD dalam Proses Perencanaan Pembangunan di rapik pubmedia index php rapik article view 16
  3. Jurnal Magister Akuntansi Trisakti. determinants regional financial management information technology... doi.org/10.25105/jmat.v13i1.26340Jurnal Magister Akuntansi Trisakti determinants regional financial management information technology doi 10 25105 jmat v13i1 26340
Read online
File size325.58 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test