STISIPWIDYAPURI SMISTISIPWIDYAPURI SMI

Mimbar Administrasi MandiriMimbar Administrasi Mandiri

Penelitian ini menganalisis pengaruh sistem e-purchasing terhadap pemenuhan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dan kualitas perencanaan regional dan perkotaan di Sekretariat Daerah Kabupaten Simalungun. Menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan sampling total, sebanyak 41 pegawai yang terlibat dalam pengadaan dan perencanaan menjadi responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan diuji validitasnya dengan korelasi Pearson serta reliabilitasnya dengan Cronbachs Alpha (α = 0.991). Asumsi normalitas residu terpenuhi. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh parsial dan simultan variabel. Hasil menunjukkan bahwa e-purchasing memiliki pengaruh signifikan terhadap tata kelola yang baik, meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi proses. Praktik tata kelola yang baik dalam pengadaan telah diidentifikasi berjalan dengan baik. Pengaruh e-purchasing terhadap kualitas perencanaan sangat signifikan dan dominan (B = 0.883; β = 0.886; t = 35.929; p < 0.001), sementara tata kelola yang baik juga memiliki pengaruh positif dan signifikan (B = 0.143; t = 4.697; p < 0.001). Secara bersamaan, kedua variabel tersebut menjelaskan hampir seluruh variasi dalam kualitas perencanaan (R² = 0,999; F = 18.712.641; p < 0,001), menunjukkan kelayakan model tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi e-purchasing dan tata kelola yang baik merupakan prasyarat operasional untuk mewujudkan perencanaan pembangunan regional yang efektif, efisien, dan akuntabel. Rekomendasi meliputi penguatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola data pengadaan, dan perbaikan infrastruktur serta aturan turunan untuk menjaga konsistensi dalam implementasi.

Penerapan sistem e-purchase di Sekretariat Daerah Kabupaten Simalungun memberikan kontribusi nyata terhadap pemenuhan prinsip tata kelola yang baik melalui transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.Pengaruh e-purchasing terhadap kualitas perencanaan regional dan perkotaan sangat dominan (B = 0.886), sementara tata kelola yang baik juga berkontribusi signifikan.Kedua variabel menjelaskan hampir seluruh variasi kualitas perencanaan (R² = 0.Integrasi e-purchasing dan tata kelola yang baik menjadi prasyarat operasional untuk perencanaan pembangunan efektif dan akuntabel.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada dampak pelatihan sumber daya manusia terhadap penerapan e-purchasing di tingkat lokal, pengembangan sistem tata kelola data pengadaan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah, dan evaluasi hubungan antara infrastruktur IT dengan kapasitas institusi dalam menjaga konsistensi implementasi. Selain itu, studi tentang pengaruh partisipasi masyarakat terhadap transparansi pengadaan serta peran kebijakan afirmatif dalam memperkuat penggunaan produk domestik dalam e-purchasing juga relevan untuk menjelaskan dimensi sosial dan ekonomi pembangunan daerah.

Read online
File size324.01 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test