UPI YAIUPI YAI

Jurnal ManajemenJurnal Manajemen

Artikel ini menganalisis secara empiris pengaruh kompensasi eksekutif dan keragaman gender dewan terhadap kinerja keuangan yang diukur melalui Retur on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) pada perusahaan yang berkantor pusat di DKI Jakarta. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif-positivistik dan desain asosiatif kausal, data penelitian dikumpulkan dari 70 perusahaan publik selama periode 2018-2022, menghasilkan total 350 firm-year observations yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi data panel Fixed Effects Model (FEM) dengan Robust Standard Errors unutuk mengontrol heterogenitas tidak teramati antar perusahaan. Hasil eanalisis deskriptif menunjukan rata-rata profitabilitas perusahaan sampel diukur dari ROA sebesar 8,34% dan ROE sebesar 14,67% dengan rata-rata persentase dewan perempuan sebesar 18,34%. Hasil estimasi menunjukan bahwa kompensasi eksekutif da keragaman gender dewan memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan mengintegrasikan Agency Theory dan Resource Dependence Theory dalam struktur tata kelola perusahaan di Indonesia, serta kontribusi praktis bagi regulator (OJK) dan komite remunerasi dalam merancang paket kompensasi yang efektif serta mendorong diversifikasi gender di tingkat dewan.

Penelitian ini menemukan bahwa kompensasi eksekutif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan di DKI Jakarta, sejalan dengan Agency Theory.Selain itu, keragaman gender dewan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan, mendukung Resource Dependence Theory dan Critical Mass Theory.Secara simultan, kedua faktor tersebut bersama variabel kontrol secara signifikan memengaruhi kinerja keuangan, memberikan kontribusi empiris spesifik untuk perusahaan di DKI Jakarta dengan metodologi yang ketat.

Penelitian ini memberikan dasar kuat mengenai pengaruh kompensasi eksekutif dan keragaman gender dewan terhadap kinerja keuangan di DKI Jakarta. Untuk studi selanjutnya, akan sangat bermanfaat jika dilakukan eksplorasi lebih mendalam mengenai ambang batas atau critical mass keragaman gender dewan. Studi dapat meneliti secara spesifik pada persentase berapa kehadiran perempuan di jajaran dewan mulai memberikan dampak optimal pada kinerja keuangan, serta apakah ambang batas tersebut bervariasi antara sektor industri atau ukuran perusahaan di Indonesia. Hal ini penting mengingat proporsi rata-rata perempuan di dewan masih mendekati ambang kritis. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengurai dampak dari berbagai komponen kompensasi eksekutif secara lebih rinci. Apakah jenis kompensasi tertentu, seperti gaji pokok, bonus berbasis kinerja, atau opsi saham, memiliki pengaruh yang berbeda terhadap motivasi eksekutif dan, pada akhirnya, kinerja keuangan perusahaan? Penelitian lanjutan dapat menganalisis apakah struktur kompensasi yang berbeda lebih efektif dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang dan bagaimana hal tersebut berinteraksi dengan struktur kepemilikan, terutama di perusahaan dengan dominasi kepemilikan keluarga. Terakhir, mengingat fokus penelitian ini pada DKI Jakarta, sebuah studi komparatif dengan perusahaan di luar wilayah tersebut atau bahkan di negara-negara ASEAN dapat dilakukan. Perbandingan ini dapat mengungkap apakah temuan mengenai kompensasi dan keragaman gender dewan tetap konsisten di tengah perbedaan lingkungan regulasi, tingkat persaingan pasar, dan konteks budaya, sekaligus memperkaya pemahaman kita tentang tata kelola perusahaan secara lebih luas.

Read online
File size529.09 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test