UPI YAIUPI YAI

Jurnal ManajemenJurnal Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai harga saham dengan cara menganalisis Pertumbuhan Aset dan Utang. Penelitian ini mendasarkan pada Pertumbuhan Aset dan besarnya Utang dalam laporan keuangan. Analisa laporan keuangan diukur menggunakan indikator Pertumbuhan Aset dan Utang. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel penelitian ini adalah 15 perusahaan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji statistik deskriptif, pengujian data panel, uji normalitas data dan uji hipotesis. Hasil uji t terhadap variabel Pertumbuhan Aset diperoleh lebih besar dari t_(tabel ) 2.338522 > 1.67203) dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05 (0.0012 < 0.05) sehingga Ho ditolak dan Hα diterima. Maka dapat disimpulkan secara parsial variabel Pertumbuhan Aset berpengaruh terhadap Harga Saham. Begitu pula hasil uji-t terhadap variabel Utang diperoleh nilai t_statistik sebesar 1.990224 dengan probabilitas sebesar 0.0002, karena nilai t_statistik lebih kecil dari t-(tabel ) (1.990224 > 1.67203) dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0.05 (0.0002 < 0.05) sehingga Ho ditolak dan Hα diterima. Maka dapat disimpulkan secara parsial variabel Utang berpengaruh terhadap Harga Saham. Kemudian uji F didapatkan F-statistik 89.13990 > F-tabel 2.57 dengan nilai probabilitas 0.0000 < 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel Pertumbuhan Aset dan Utang berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Harga Saham.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pertumbuhan Aset secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur di BEI periode 2021–2024.Demikian pula, Utang secara parsial terbukti berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham pada perusahaan-perusahaan tersebut.Secara simultan, Pertumbuhan Aset dan Utang bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap Harga Saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Penelitian ini telah memberikan pemahaman yang berharga mengenai pengaruh pertumbuhan aset dan utang terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur. Untuk memperkaya temuan ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada perluasan cakupan dan kedalaman analisis. Pertama, penelitian mendatang dapat memperluas cakupan sampel dan periode waktu yang diteliti. Misalnya, bagaimana pola pengaruh pertumbuhan aset dan utang terhadap harga saham berinteraksi di berbagai sektor industri di Bursa Efek Indonesia, tidak hanya sektor manufaktur konsumsi, atau apakah ada perbedaan signifikan jika data diambil dari rentang waktu yang lebih panjang untuk menangkap siklus ekonomi yang berbeda? Hal ini akan membantu menguji generalisasi temuan yang ada. Kedua, mengingat masih ada persentase variasi harga saham yang belum dapat dijelaskan oleh model ini, penelitian lanjutan dapat mengintegrasikan variabel lain yang potensial memengaruhi harga saham. Apakah faktor-faktor makroekonomi seperti inflasi dan suku bunga, atau rasio keuangan fundamental lainnya seperti profitabilitas (misalnya, ROA, ROE) dan likuiditas (misalnya, rasio lancar), memiliki peran signifikan sebagai variabel moderasi atau mediasi dalam hubungan ini? Memasukkan variabel tambahan akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai penentu harga saham. Ketiga, mendalami mekanisme kausal di balik hubungan yang teridentifikasi juga merupakan arah penelitian yang menjanjikan. Sebagai contoh, bagaimana respons pasar atau persepsi investor terhadap strategi pendanaan pertumbuhan aset, apakah melalui utang atau modal sendiri, mempengaruhi fluktuasi harga saham? Memahami dinamika ini akan memberikan wawasan yang lebih dalam bagi investor dan manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan strategis.

Read online
File size413.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test