POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Identifikasi anggota keluarga untuk kepentingan edukasi perlu memperhatikan latar pendidikan dan tingkatan usia produktif. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh pendidikan kesehatan tentang ROM terhadap motivasi keluarga dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark di keluarga. Rancangan penelitian yang digunakan Quasi Eksperimental Design dengan menggunakan model one group pre test - post test desain. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien stroke di Wilayah Kerja Puskesmas Durenan. Hasil penelitian didapatkan, sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan tentang ROM terdapat sebanyak 25 responden (83,3%) mempunyai motivasi dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark dengan kategori cukup. Setelah Pendidikan kesehatan tentang ROM terdapat sebanyak 20 responden (66,7%) mempunyai motivasi dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark dengan kategori baik. Hasil analisa data kuantitatif dengan uji statistic wilcoxon signed ranks test dengan berbantuan program komputer SPSS dapat diinterpretasikan hasil uji statistik dengan signifikan 0,05 menghasilkan nilai P Value = 0,000 lebih kecil dari nilai  = 0,05 (0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang ROM terhadap motivasi keluarga dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark di Wilayah Kerja Puskesmas Durenan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan tentang ROM terdapat sebanyak 25 responden (83,3%) mempunyai motivasi dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark dengan kategori cukup.Setelah Pendidikan kesehatan tentang ROM terdapat sebanyak 20 responden (66,7%) mempunyai motivasi dalam melakukan ROM pada pasien stroke infark dengan kategori baik.Menurut peneliti bahwa pasien stroke perlu dilakukan terapi ROM yang dibantu oleh keluarganya karena dengan melakukan terapi ROM secara aktif maka pergerakan sendi dan kekuatan otot dapat dilatih secara perlahan sehingga dapat segera pulih kembali.Dalam melakukan latihan ROM pada pasien stroke tersebut sangat diperlukan motivasi keluarga pasien untuk melakukan ROM karena tanpa motivasi keluarga pasien untuk melakukan ROM maka kekuatan otot dan pergerakan sendi pasien stroke akan semakin kaku dan sulit dipulihkan.Dari instrument yang dibagikan oleh peneliti didapatkan bahwa motivasi keluarga dalam melakukan ROM pada anggota keluarga yang menderita stroke adalah dalam kategori cukup.Hal ini menunjukkan motivasi keluarga belum maksimal dalam melakukan ROM untuk meningkatkan kekuatan otot pada keluarganya yang menderita stroke.Sesudah pemberian Pendidikan kesehatan tentang terapi ROM dari total 30 responden, sebagian besar dari responden yaitu sebanyak 20 responden (66,7%) mempunyai motivasi dalam melakukan ROM pada anggota keluarga yang menderita stroke dengan kategori baik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada pengembangan metode pendidikan kesehatan yang lebih interaktif dan menarik, seperti penggunaan media audio-visual yang dapat meningkatkan motivasi keluarga dalam melakukan ROM pada anggota keluarga yang menderita stroke. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi motivasi keluarga, seperti dukungan sosial dan pengetahuan tentang stroke. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang lebih komprehensif dalam meningkatkan kualitas perawatan pasca-stroke di rumah.

Read online
File size192.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test