POLTEKKES MALANGPOLTEKKES MALANG

Jurnal Keperawatan TerapanJurnal Keperawatan Terapan

Nausea merupakan efek samping setelah operasi yang biasanya mucul dan sering dikeluhkan, kejadian nausea post sectio caesarea hingga kini berkisar antara 30-80%. Salah satu cara non farmakologis yang dapat menurunkan nausea, yaitu dengan kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint, Akupresur merupakan metode pemijatan dari Tiongkok yang dilakukan dengan penekanan daerah Pericardium-6, sedangkan aromaterapi peppermint merupakan minyak esensial yang berasal dari daun peppermint yang mengandung menthol yang kemudian dihirup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan teknik purpose sampling. Banyaknya sampel sejumlah 32 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok kontrol dan perlakuan, masing masing kelompok berisi 16 responden. Penelitian ini menggunakan uji wilcoxon dan man-whitney. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan setelah diberikan intervensi selama 10 menit menunjukkan hasil bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan nilai p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan nausea pada pasien post SC. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint untuk mengurangi nausea pada pasien post SC.

Kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan nausea pada pasien post SC.Diharapkan tenaga kesehatan dapat menerapkan kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint untuk mengurangi nausea pada pasien post SC.Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pengetahuan untuk penelitian lanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efek jangka panjang dari kombinasi akupresur dan aromaterapi peppermint pada pasien post SC. Selain itu, penelitian bisa membandingkan efektivitas aromaterapi peppermint dengan minyak esensial lain, seperti lavender atau chamomile, untuk mengurangi nausea. Terakhir, studi lebih lanjut perlu mengevaluasi kombinasi terapi ini dengan pendekatan non-farmakologis lain, seperti meditasi atau musik terapeutik, untuk melihat sinergi efeknya dalam mengatasi nausea pasca operasi. Hal ini penting karena penelitian sebelumnya hanya fokus pada efek jangka pendek, sementara dampak jangka panjang dan interaksi dengan terapi lain masih kurang dipelajari. Penelitian juga bisa mencakup variasi dosis atau durasi intervensi untuk menemukan protokol optimal. Selain itu, penting untuk mengevaluasi respons individu terhadap terapi ini, karena faktor seperti usia, jenis kelamin, atau kondisi kesehatan dasar mungkin memengaruhi efektivitasnya. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih spesifik dan berbasis bukti untuk penggunaan terapi ini dalam praktik klinis.

  1. DOI Name 10.21070 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref desc 52z muhammadiyah... doi.org/10.21070DOI Name 10 21070 Values doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref desc 52z muhammadiyah doi 10 21070
  2. DOI Name 10.21070 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref desc 52z muhammadiyah... Doi.Org/10.21070DOI Name 10 21070 Values doi name values index type timestamp data hs serv 31z crossref desc 52z muhammadiyah Doi Org 10 21070
Read online
File size293.64 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test