LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA
Jurnal Pendidikan GuruJurnal Pendidikan GuruMotivasi merupakan hal yang urgen dalam proses pembelajaran. Perubahan kurikulum terkadang membawa perubahan dan pengaruh terhadap motivasi siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dan kurikulum K13 dan apa factor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti memaparkan apa adanya terkait dengan perbandingan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dan kurikulum K13. Subjek penelitian ini adalah guru PAI dan siswa kelas VIII SMPN 4 Rejang Lebong. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi partisipan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan, adanya perbedaan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dan kurikulum K13. Pada pembelajaran dengan kurikulum merdeka belajar motivasi belajar mereka lebih terlihat atau lebih bagus dibandingkan dengan pembelajaran dengan kurikulum K13. Hal ini disebabkan, pada pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar, mereka senang dan bersemangat karena pembelajaran berbasiskan proyek, menciptakan kemandirian siswa dan berdasarkan kepada minat dan bakat siswa. Sedangkan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum K13, pembelajaran selalu dilaksanakan di dalam ruangan kelas dan tidak terlihat kemandirian siswa.
Berdasarkan hasil penelitian tentang motivasi belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dan kurikulum K13 dapat disimpulkan, bahwa motivasi belajar siswa agak tinggi atau lebih termotivasi dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar dari pada pembelajaran dengan menggunakan kurikulum K13.Pembelajaran dengan menggunakan kurikulum merdeka belajar lebih banyak pembelajaran berbasiskan proyek dan menuntut kemandirian siswa dalam belajar karena pembelajaran disesuaikan dengan minat dan bakat peserta didik.Sedangkan pembelajaran dengan menggunakan kurikulum K13, pembelajaran selalu dilaksanakan didalam kelas, terkadang membosankan.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengintegrasian teknologi digital dalam implementasi kurikulum merdeka belajar untuk meningkatkan kemandirian siswa. Selanjutnya, studi tentang model pembelajaran hibrida yang menggabungkan proyek berbasis kurikulum merdeka dan struktur sistematis kurikulum K13 bisa menjadi arah penelitian. Terakhir, penelitian lebih lanjut perlu mengeksplorasi dampak jangka panjang dari perubahan kurikulum terhadap perkembangan keterampilan sosial dan kreativitas siswa.
- Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Guru | Jurnal Pendidikan Guru. vol jurnal pendidikan guru pendikgu... doi.org/10.47783/jurpendigu.v4i1Vol 4 No 1 2023 Jurnal Pendidikan Guru Jurnal Pendidikan Guru vol jurnal pendidikan guru pendikgu doi 10 47783 jurpendigu v4i1
- KESESUAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PROSES PEMBELAJARAN | Anggraeni | Jurnal Pesona Dasar.... jurnal.usk.ac.id/PEAR/article/view/12197KESESUAIAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PROSES PEMBELAJARAN Anggraeni Jurnal Pesona Dasar jurnal usk ac PEAR article view 12197
- Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Historis | Almarisi... doi.org/10.30743/mkd.v7i1.6291Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Sejarah dalam Perspektif Historis Almarisi doi 10 30743 mkd v7i1 6291
| File size | 143.42 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Adapun perannanya sebagai guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa diantaranya: mempunyai wawasan luas, teladan, terintegrasi. AdapunAdapun perannanya sebagai guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa diantaranya: mempunyai wawasan luas, teladan, terintegrasi. Adapun
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Problematika pendidikan madrasah sangat kompleks, salah satunya yaitu. Penelitian ini dilakukan dengan fokus analisis pada problem yang terjadi di lembagaProblematika pendidikan madrasah sangat kompleks, salah satunya yaitu. Penelitian ini dilakukan dengan fokus analisis pada problem yang terjadi di lembaga
LITERASIKITAINDONESIALITERASIKITAINDONESIA Strategi tenaga pendidik mengikuti tantangan dalam dunia pendidikan, seperti kurangnya motivasi peserta didik, kesulitan memahami pelajaran, dan perubahanStrategi tenaga pendidik mengikuti tantangan dalam dunia pendidikan, seperti kurangnya motivasi peserta didik, kesulitan memahami pelajaran, dan perubahan
UPI YAIUPI YAI Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi bimbingan dan konseling berbasis web yang dapat mendukung pengelolaan data siswa dan layananPenelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi bimbingan dan konseling berbasis web yang dapat mendukung pengelolaan data siswa dan layanan
GUNABANGSAGUNABANGSA Variabel yang mempengaruhi intensitas nyeri leher adalah jenis dan ukuran bantal. Kedua variabel tersebut terbukti secara signifikan mempengaruhi intensitasVariabel yang mempengaruhi intensitas nyeri leher adalah jenis dan ukuran bantal. Kedua variabel tersebut terbukti secara signifikan mempengaruhi intensitas
IAKNAIAKNA Pembangunan kerohanian remaja menjadi tugas penting menghadapi pengaruh zaman yang berdampak pada penurunan spiritualitas remaja. Gereja, dalam hal iniPembangunan kerohanian remaja menjadi tugas penting menghadapi pengaruh zaman yang berdampak pada penurunan spiritualitas remaja. Gereja, dalam hal ini
IAKNAIAKNA Peneliti berharap pendidikan karakter dapat membantu anak menjadi individu yang baik, anggota masyarakat yang bertanggung jawab, dan warga negara yangPeneliti berharap pendidikan karakter dapat membantu anak menjadi individu yang baik, anggota masyarakat yang bertanggung jawab, dan warga negara yang
Useful /
IAKNAIAKNA Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Dalam siklus I,Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus. Dalam siklus I,
IAKNAIAKNA Penelitian ini mengkaji bagaimana status lajang Paulus dalam 1 Korintus 7:7-9 dapat memberikan makna baru bagi pria Batak yang menghadapi tekanan sosialPenelitian ini mengkaji bagaimana status lajang Paulus dalam 1 Korintus 7:7-9 dapat memberikan makna baru bagi pria Batak yang menghadapi tekanan sosial
IAKNAIAKNA Temuan menunjukkan bahwa 29,1% variasi dalam keterampilan motorik kasar anak dijelaskan oleh tingkat dukungan sosial yang diberikan orang tua. DukunganTemuan menunjukkan bahwa 29,1% variasi dalam keterampilan motorik kasar anak dijelaskan oleh tingkat dukungan sosial yang diberikan orang tua. Dukungan
UNSIQUNSIQ Metode yang digunakan meliputi proyeksi penduduk dengan metode eksponensial (rasio 0,44%), perhitungan kebutuhan air, debit rencana, dimensi pipa, kecepatanMetode yang digunakan meliputi proyeksi penduduk dengan metode eksponensial (rasio 0,44%), perhitungan kebutuhan air, debit rencana, dimensi pipa, kecepatan