STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Penelitian ini mengkaji aspek kodikologi dan tekstologi pada manuskrip mushaf Al-Quran Mbah Syatawi dengan tujuan memahami karakteristik fisik, teknik penulisan, serta penggunaan rasm, qirā`āt, scholia dan syakl. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode field research yang fokus pada pengumpulan data primer melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi digital. Fokus utama penelitian adalah manuskrip milik Mbah Syatawi. Pendekatan kodikologi digunakan untuk menganalisis aspek fisik manuskrip seperti bahan, tinta, dan iluminasi, sementara pendekatan tekstologi menelaah kaidah penulisan, rasm mushaf, dan tradisi qirā`āt yang diikuti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manuskrip ini terdiri dari dua koleksi yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad. Tinta yang digunakan beragam, dengan tinta hitam sebagai warna utama teks Al-Quran, tinta merah untuk scholia dan tanda baca (syakl), serta warna lain pada iluminasi yang terletak di halaman awal, tengah, dan akhir. Manuskrip ini memakai rasm campuran antara rasm imlāī dan rasm uṡmānī, terutama dalam penerapan kaidah al-Ḥażf, al-Ziyādah, hamzah, al-Ibdal, dan al-Faṣl wa al-Waṣl. Manuskrip mengikuti qirā`āt Imam Āṣim melalui jalur periwayatan Imam Hafṣ. Temuan ini memperkaya kajian mushaf klasik di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan bagi pelestarian, studi filologi, dan penerbitan ulang manuskrip dengan mempertahankan keaslian historisnya.

Berdasarkan analisis, pendekatan kodikologi fokus pada aspek fisik dan material manuskrip seperti bahan naskah, tinta, teknik iluminasi, dan kaligrafi, yang dapat mengungkapkan teknik penulisan dan konteks historisnya.Manuskrip mushaf Al-Quran di Dusun Ngaringan, Desa Klumpit, ditemukan di kediaman Mbah Syatawi yang berjumlah dua mushaf dan dirawat oleh Ibu Istiqomah, cucu Mbah Syatawi.Keluarga memang belum mengetahui secara pasti asal-usul penulis maupun tahun penulisan manuskrip tersebut.Namun, mereka meyakini mushaf itu milik Mbah Syatawi, sebab beliau rutin membacanya untuk tadarus setiap pagi dan sore.Mbah Syatawi dikenal sebagai sosok yang mencintai ilmu pengetahuan dan gemar menimba ilmu dari berbagai ulama.Salah satu gurunya adalah Mbah Kyai Maslani dari Padurenan, Kudus, seorang muqri terkemuka sebelum era Mbah Arwani Kudus.Berdasarkan tradisi lisan keluarga dan penelusuran sejarah, banyak murid Mbah Maslani menerima mushaf tulisan tangan gurunya.Karena, besar kemungkinan manuskrip mushaf Al-Quran milik Mbah Syatawi merupakan pemberian langsung dari Mbah Maslani.Manuskrip Al-Quran 1 ini ditulis menggunakan beberapa warna tinta.Tinta hitam dipakai menulis bagian ayat-ayat Al-Quran, tinta merah untuk menulis nama surah, tanda juz, tanda ruku, tanda hizb, tanda tajwid, tanda waqf, dan tanda maqra.Sementara, tinta emas kecokelatan, biru tua, biru muda, dan hijau digunakan untuk hiasan-hiasan iluminasi yang terletak di bagian halaman awal, tengah dan akhir.Pemakaian motif hias dalam mushaf tersebut dapat dilihat bahwa menunjukkan corak khas Jawa.Sedangkan manuskrip Al-Quran 2 ini pemakaian warna tinta menggunakan hitam dan merah.Untuk iluminasinya, menggunakan warna tinta emas, abu-abu dan cokelat yang terletak di halaman depan, tengah dan akhir dengan memuat tiga motif hias.Gaya iluminasi mushaf ini adalah dalam kategori motif hias Melayu, yang ditandai dengan penggunaan warna, format keseluruhan, dan motif sulur yang khas.Pendekatan tekstologi menelaah aspek isi teks, termasuk rasm (tata tulis mushaf) dan qirā`āt (tradisi bacaan) scholia (tanda maqra dan tanda juz) syakl (tanda harakat, tanda waqf dan tanda tajwid).Rasm yang digunakan dalam manuskrip mushaf Al-Quran 1 dan 2 ini memakai rasm campuran yaitu imlāī dan uṡmānī.Dengan penggunaan kaidah al-Ḥażf, al-Ziyādah, hamzah, al-Ibdal, dan al-Faṣl wa al-Waṣl.Penggunaan qirā`āt nya dominan pada qirā`āt Imam Āṣim dengan riwayat Imam Hafṣ, yang menunjukkan kesesuaian yang signifikan dengan mushaf ini.Selain itu, tanda scholia pada manuskrip Al-Quran 1 dan 2 Mbah Syatawi ini tertelak di tepi halaman, tanda baca harakat mushaf Al-Quran 1 dan 2 menggunakan warna tinta hitam.Sedangkan tanda waqf dan tanda tajwidnya dalam manuskrip mushaf Al-Quran 1 dan 2 ini ada perbedaan.Pada mushaf Al-Quran 1 terdapat tanda waqf dan tanda tajwid ditulis dengan tinta merah.Sedangkan mushaf Al-Quran 2 ini tidak memiliki tanda waqf maupun tanda tajwid.

Penelitian ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam memahami manuskrip mushaf Al-Quran Mbah Syatawi dari aspek kodikologi dan tekstologi. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dieksplorasi lebih lanjut untuk memperkaya kajian mushaf klasik di Indonesia. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam aspek tekstologi, khususnya dalam memahami tradisi qirā`āt yang diikuti oleh manuskrip ini. Dengan mempelajari tradisi qirā`āt, kita dapat memahami bagaimana manuskrip ini merepresentasikan tradisi bacaan Al-Quran yang spesifik dan bagaimana tradisi tersebut berkembang di wilayah Jawa Tengah. Kedua, penelitian dapat berfokus pada aspek kodikologi dengan menganalisis lebih rinci teknik iluminasi dan kaligrafi yang digunakan dalam manuskrip. Dengan memahami teknik-teknik ini, kita dapat mengetahui lebih dalam tentang budaya dan seni kaligrafi di wilayah tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat menyelidiki bagaimana teknik-teknik ini berkembang dan berubah sepanjang waktu. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang asal-usul manuskrip dan sejarah penulisannya. Dengan mempelajari sejarah dan konteks sosial-budaya di mana manuskrip ini ditulis, kita dapat memahami lebih dalam tentang nilai-nilai dan tradisi yang terkandung dalam manuskrip tersebut. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara dengan ahli-ahli dan keturunan Mbah Syatawi untuk mengumpulkan informasi lebih detail tentang sejarah manuskrip.

  1. Problematika Penulisan Al-Qur’an dengan Rasm Usmani pada Al-Qur’an Cetakan Indonesia dan... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/tafse/article/view/12508Problematika Penulisan Al QurAoan dengan Rasm Usmani pada Al QurAoan Cetakan Indonesia dan jurnal ar raniry ac index php tafse article view 12508
  2. Al-Quran Mushaf Manuscript A 648 Collection of the National Library of Indonesia: Study of Several Codicological... doi.org/10.29240/alquds.v8i3.8050Al Quran Mushaf Manuscript A 648 Collection of the National Library of Indonesia Study of Several Codicological doi 10 29240 alquds v8i3 8050
Read online
File size1.42 MB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test