STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pluralitas qirāāt dan proses standarisasi bacaan Al-Quran di era modern, di mana riwayat Ḥafṣ an Āṣim telah mendominasi sekitar 95% peredaran mushaf secara global. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi mendalam terhadap literatur klasik dan modern. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemisahan konsep yang tegas antara unifikasi sebagai keyakinan teologis atas keabsahan seluruh wahyu dan standarisasi sebagai kebutuhan praktis-pedagogis dalam administrasi keagamaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dominasi riwayat Ḥafṣ merupakan hasil dari kebijakan standarisasi pendidikan dan percetakan massal sejak tahun 1924 melalui Mushaf Kairo dan tahun 1985 melalui Kompleks Raja Fahd, bukan karena riwayat lain dianggap tidak valid secara ilmiah. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan model integratif yang memosisikan ilmu qirāāt sebagai sistem kontrol otentisitas wahyu yang mampu menyeimbangkan kekayaan variasi bacaan dengan kebutuhan standar tunggal masyarakat. Hal ini sangat penting untuk meluruskan persepsi keliru masyarakat awam agar tetap menghargai kekayaan riwayat yang sah dan mutawatir dalam tradisi intelektual Islam.

Penelitian ini menunjukkan bahwa dominasi riwayat Ḥafṣ an Āṣim di era modern bukanlah fenomena teologis, tetapi hasil dari proses standarisasi yang bersifat praktis dan pedagogis.Faktor kuncinya adalah perkembangan percetakan, terutama Mushaf Kairo 1924 dan distribusi global oleh Percetakan Raja Fahd.Temuan ini memang menguatkan asumsi awal tentang adanya kesenjangan persepsi di masyarakat.Namun yang penting, standarisasi tersebut tidak menghapus pluralitas qirāāt.Justru sebaliknya, ia berfungsi sebagai mekanisme pengaman masyarakat awam diarahkan pada satu bacaan agar tidak bingung, sementara keragaman qirāāt tetap terjaga dalam jalur sanad dan otoritas para muqri.Dengan demikian, unifikasi dan standarisasi tidak saling bertentangan, tetapi bekerja dalam hubungan yang saling melengkapi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa arah studi. Pertama, perlu dilakukan kajian lebih mendalam tentang dampak dominasi riwayat Ḥafṣ terhadap praktik pembacaan Al-Quran di masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami pergeseran dari riwayat lokal ke Ḥafṣ. Kedua, penelitian etnografi atau sosiologi agama dapat dilakukan untuk memahami bagaimana masyarakat menerima imam yang menggunakan riwayat selain Ḥafṣ dan bagaimana mereka memahami perbedaan qirāāt dalam praktik. Ketiga, studi komparatif tentang berbagai riwayat qirāāt dan implikasinya terhadap pemahaman teks Al-Quran dapat dilakukan untuk memperkaya pemahaman tentang keragaman bacaan Al-Quran.

  1. International Journal of Research and Innovation in Social Science. journal research innovation social... rsisinternational.org/journals/ijrissInternational Journal of Research and Innovation in Social Science journal research innovation social rsisinternational journals ijriss
  2. MUSHAF IBNU MAS'UD DI TANGAN ARTHUR JEFFERY | Hasibuan | Ibn Abbas. mushaf ibnu ud tangan arthur... jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ibnabbas/article/view/22549MUSHAF IBNU MASUD DI TANGAN ARTHUR JEFFERY Hasibuan Ibn Abbas mushaf ibnu ud tangan arthur jurnal uinsu ac index php ibnabbas article view 22549
  3. History of the Qira'at Asim School History of Hafs in the Archipelago; Critical Historical Review... doi.org/10.51700/aliflam.v3i1.431History of the Qiraat Asim School History of Hafs in the Archipelago Critical Historical Review doi 10 51700 aliflam v3i1 431
  4. Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi... doi.org/10.58404/uq.v5i2.675Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al QurAoan Mbah Syatawi Kudus Aspek Kodikologi doi 10 58404 uq v5i2 675
Read online
File size570.24 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test