STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Tulisan ini menjelaskan pemanfaatan kaligrafi ayat-ayat al-Quran sebagai elemen dekoratif pada lingkungan belajar Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Darul Quran Mulia Bogor, sebagai bentuk praktik Living Quran. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif fenomenologis dan kerangka teori interaksionisme simbolik serta behavioristik, studi ini mengungkap bahwa kaligrafi tidak hanya berperan sebagai ornamen estetik, melainkan juga berfungsi sebagai artefak kultural yang mengukuhkan identitas Islami sekolah. Selain itu, kaligrafi juga berperan sebagai medium pembelajaran yang memperkaya pengalaman siswa dalam seni kaligrafi serta memperkuat internalisasi nilai-nilai agama. Penulis menggunakan metode kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Temuan ini mengindikasikan potensi kaligrafi sebagai perangkat pedagogis yang efektif dalam konteks pendidikan Islam dan praktik Living Quran.

Al-Quran memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi petunjuk kehidupan bagi umat Islam.Dalam banyak kasus, al-Quran mengalami transformasi menjadi bentuk yang lain, yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber petunjuk.Banyak di antara umat Islam yang memanfaatkan al-Quran dalam berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjadikannya sebagai hiasan dinding di sekolah-sekolah.Dalam konteks ini, al-Quran tidak hanya digunakan sebagai panduan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber teks untuk seni kaligrafi.Di SDIT Darul Quran Mulia, al-Quran difungsikan dalam bentuk kaligrafi yang menghiasi dinding-dinding sekolah.Ini menunjukkan bahwa meskipun al-Quran dijadikan sebagai elemen dekoratif, fungsi-fungsi edukatif dan dakwah tetap terjaga.Kaligrafi ayat-ayat suci yang terpampang di dinding sekolah tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga mengandung misi untuk menginspirasi dan mendidik.Dengan demikian, al-Quran dalam bentuk kaligrafi menjadi alat yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai Islam kepada siswa, sambil tetap berfungsi sebagai sumber keindahan visual yang menambah nuansa religius dan spiritual di lingkungan sekolah.Integrasi kaligrafi al-Quran ke dalam lingkungan pendidikan seperti di SDIT Darul Quran Mulia juga memperkuat identitas keislaman institusi tersebut.Kaligrafi ini tidak hanya berperan sebagai ornamen, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjalankan ajaran-ajaran al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.Oleh karena itu, meskipun al-Quran di sini tampil dalam bentuk yang berbeda, yaitu sebagai seni kaligrafi, ia tetap membawa pesan-pesan dakwah dan pembelajaran yang kuat, menjadikannya lebih dari sekadar hiasan dinding.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, meneliti dampak penggunaan kaligrafi ayat-ayat al-Quran sebagai hiasan dinding terhadap pembentukan karakter dan perilaku siswa di SDIT Darul Quran Mulia. Penelitian ini dapat mengukur seberapa besar pengaruh kaligrafi dalam menginternalisasi nilai-nilai agama dan membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Kedua, mengeksplorasi peran kaligrafi dalam memperkuat identitas Islami sekolah dan bagaimana hal ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk mengadopsi praktik serupa. Ketiga, meneliti bagaimana kaligrafi dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam pendidikan Islam, termasuk dalam hal pengajaran agama dan pengembangan keterampilan seni kaligrafi. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menganalisis metode pengajaran dan strategi pembelajaran yang digunakan di SDIT Darul Quran Mulia.

Read online
File size1.07 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test