STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Asbābun nuzūl memiliki peranan penting dalam pendekatan hermeneutika Nasr Hamid dan Hasan Hanafi. Penafsiran Al-Quran yang sifatnya dinamis, tidak hanya memahami teks secara literal saja, namun dalam diskursus tafsir kontemporer, asbābun nuzūl menjadi instrumen penting yang mengkonstruksi makna kontekstual agar lebih relevan, sebab menurut hemat mufasir progresif kontemporer seperti Nasr Hamid dan Hasan Hanafi, Narasi-narasi Asbābun nuzūl mampu membangun kesadaran sosio-historis bagi penafsir, sehingga makna yang diproduksi menjadi tidak kaku dan cenderung terlalu linguistik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif komparatif dengan membandingkan hermeneutikanya Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi berbasis telaah pustaka (library research), baik dari sumber primer maupun sekunder dari buku, tugas akhir, maupun artikel jurnal yang masih berkaitan dengan pembahasan. Artikel ini menghasilkan dua temuan penelitian. Pertama, posisi asbābun nuzūl sebagai instrumen hermeneutika dinamis dalam penafsiran Al-Quran. Nasr Hamid menempatkan posisi asbābun nuzūl sebagai metode atau langkah dalam menginterpretasikan teks Al-Quran, sedangkan Hasan Hanafi menempatkan posisi asbābun nuzūl sebagai dasar tujuan praktis. Kedua, rekonstruksi pemahaman tahapan larangan khamr dalam perspektif hermeneutika. Nasr Hamid membagi dalam tiga tahapan tasyrī dan asbābun nuzūl masing-masing ayat Al-Quran tentang khamr sebagai pelengkap atau menutupi celah kekurangan ayat sebelumnya. Sedangkan Hasan Hanafi dari tiga ayat tersebut, asbābun nuzūl menjadi alat dan merespons realitas sosial pada masyarakat arab saat itu.

Studi kasus dalam analisa asbābun nuzūl pada ayat-ayat larangan khamr (QS.90–91) di atas dengan mengelaborasi kedua tokoh sekaligus menunjukkan bahwa teks Al-Quran tidak dapat dipahami hanya secara literal, melainkan harus dikaitkan dengan realitas sosial yang melatarbelakanginya.Nasr Hamid Abu Zayd menghipotesiskan bahwa larangan khamr berkembang melalui tiga tahapan tasyrī, dengan asbābun nuzūl menjadi kunci untuk memahami proses perubahan hukum secara bertahap sebagai respons terhadap kesiapan masyarakat Arab saat itu.Sementara Hasan Hanafi berhipotesis bahwa larangan khamr mencerminkan respons Al-Quran terhadap struktur sosial dan budaya Arab, di mana asbābun nuzūl berfungsi sebagai alat praksis untuk menafsirkan teks berdasarkan realitas kontemporer, bukan hanya untuk memahami konteks historisnya.Poinnya, Jika asbābun nuzūl dianalisis melalui ayat-ayat tentang khamr, maka dalam perspektif Nasr Hamid Abu Zayd, ia berfungsi untuk membuktikan interaksi evolutif antara teks dan realitas sosial Arab melalui tahapan hukum yang gradual.sedangkan dalam perspektif Hasan Hanafi, ia menjadi alat aktualisasi nilai-nilai transformatif teks untuk merespons kebutuhan dan perubahan sosial kontemporer.

Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Melakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang pendekatan hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran, khususnya terkait dengan asbābun nuzūl. Studi ini dapat mengeksplorasi lebih lanjut perbedaan dan kesamaan antara kedua tokoh dalam memahami dan mengaplikasikan asbābun nuzūl dalam penafsiran.. . 2. Mengembangkan penelitian tentang implikasi praktis dari hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam konteks sosial dan budaya kontemporer. Bagaimana hermeneutika mereka dapat diterapkan dalam masyarakat modern untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai Al-Quran secara relevan dan kontekstual?. . 3. Melakukan analisis kritis terhadap metode hermeneutika Nasr Hamid Abu Zayd dan Hasan Hanafi dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Quran yang terkait dengan larangan khamr. Studi ini dapat menyelidiki bagaimana kedua tokoh tersebut menggunakan asbābun nuzūl sebagai alat untuk memahami dan mengkonstruksi makna ayat-ayat tersebut dalam konteks sosial dan budaya pada saat itu.

Read online
File size479.37 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test