STIUDQSTIUDQ

Ulumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan TafsirUlumul Qur'an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsīr aḥkām Al-Quran klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian. Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-Māidah [5]:6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka, penelitian ini menganalisis empat karya utama Aḥkām al-Qurān—karya al-Jaṣṣāṣ (Hanafi), al-Kiyā al-Ḥarrāsī (Syafii), Ibn al-ʿArabī (Maliki), dan Ibn al-Jawzī (Ḥanbalī). Analisis ini menggunakan kerangka kerja Ibn Taymiyyah tentang Ikhtilāf al-Mufassirīn untuk mengklasifikasikan jenis-jenis perbedaan interpretatif, dilengkapi dengan perspektif diskursif yang terinspirasi oleh analisis power-knowledge. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan di antara para mufassir termasuk dalam ikhtilāf tanawwuʿ (perbedaan variatif), bukan kontradiktif. Variasi ini muncul dari penafsiran linguistik, penalaran yuridis, dan komitmen metodologis, bukan dari motif sektarian. Studi ini berpendapat bahwa keragaman tersebut dapat dipahami sebagai naturalisme keilmuan tafsir, di mana pluralitas penafsiran muncul secara alami dari dinamika internal teks Al-Quran dan kerangka pemikiran para mufasir. Perspektif ini berkontribusi pada studi Al-Quran dengan memandang kembali perbedaan berbasis madzhab sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis, sehingga menawarkan pemahaman yang lebih seimbang terhadap tafsir klasik.

Penelitian ini mengkaji perbedaan interpretatif dalam tafsīr aḥkām Al-Quran klasik, yang sering dianggap sebagai wujud bias sektarian.Dengan berfokus pada penafsiran Surah al-Māidah [5].6, artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali apakah perbedaan yang didasarkan pada mazhab mencerminkan perpecahan ideologis atau variasi epistemologis.Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar perbedaan di antara para mufassir termasuk dalam ikhtilāf tanawwuʿ (perbedaan variatif), bukan kontradiktif.Studi ini berpendapat bahwa keragaman tersebut dapat dipahami sebagai naturalisme keilmuan tafsir, di mana pluralitas penafsiran muncul secara alami dari dinamika internal teks Al-Quran dan kerangka pemikiran para mufasir.Perspektif ini berkontribusi pada studi Al-Quran dengan memandang kembali perbedaan berbasis madzhab sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis, sehingga menawarkan pemahaman yang lebih seimbang terhadap tafsir klasik.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut bagaimana perbedaan interpretatif dalam tafsīr aḥkām Al-Quran klasik dapat dipahami sebagai bentuk keragaman epistemologis yang terstruktur, bukan konflik ideologis. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih dalam dinamika internal teks Al-Quran dan kerangka pemikiran para mufasir, serta bagaimana perbedaan tersebut muncul secara alami dari interaksi antara teks, intelektual, dan tradisi.. . 2. Meneliti lebih lanjut bagaimana madhhab, sebagai sistem pengetahuan, dapat berfungsi sebagai kerangka metodologis dan sosial yang sekaligus membatasi dan memungkinkan interpretasi. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana madhhab mempengaruhi interpretasi para mufassir dan bagaimana hal itu dapat dilihat sebagai bentuk disiplin intelektual, bukan sekadar dominasi sektarian.. . 3. Mengembangkan pemahaman tentang adab al-ikhtilāf (etika perbedaan) dalam konteks tafsir Al-Quran. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana perbedaan interpretatif dapat menjadi tanda vitalitas intelektual, bukan fragmentasi agama. Hal ini dapat dilakukan dengan meneliti lebih lanjut bagaimana perbedaan tersebut dapat menjadi sarana untuk menyempurnakan kebenaran, dan bagaimana adab al-ikhtilāf dapat menjadi fondasi untuk menjaga budaya hermeneutik yang terbuka namun tetap berprinsip.

  1. Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al-Qur’an Mbah Syatawi Kudus: Aspek Kodikologi... doi.org/10.58404/uq.v5i2.675Analisis Kodikologi dan Tekstologi Manuskrip Mushaf Al QurAoan Mbah Syatawi Kudus Aspek Kodikologi doi 10 58404 uq v5i2 675
  2. MEMAHAMI CORAK DAN METODE PENAFSIRAN TAFSIR SYIAH : (Kajian Terhadap Tafsir Al-Qummi dan Tafsir Al-Mizan)... jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/eladabi/article/view/159MEMAHAMI CORAK DAN METODE PENAFSIRAN TAFSIR SYIAH Kajian Terhadap Tafsir Al Qummi dan Tafsir Al Mizan jurnal stainidaeladabi ac index php eladabi article view 159
  3. Pengaruh Mazhab Mufassir Terhadap Perbedaan Penafsiran | Atabik | Journal of Islamic Studies and Humanities.... doi.org/10.21580/jish.21.2516Pengaruh Mazhab Mufassir Terhadap Perbedaan Penafsiran Atabik Journal of Islamic Studies and Humanities doi 10 21580 jish 21 2516
Read online
File size713.02 KB
Pages27
DMCAReport

Related /

ads-block-test