UNPRIUNPRI

ELT (English Language Teaching Prima Journal)ELT (English Language Teaching Prima Journal)

Studi ini mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru bahasa Inggris di Telkom Schools Medan dalam mengajar membaca kepada siswa dengan kemampuan bahasa Inggris rendah. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen. Peserta terdiri dari guru bahasa Inggris tingkat sekolah menengah dan atas yang dipilih melalui sampling purposif berdasarkan pengalaman mengajar dan keterlibatan dalam pembelajaran membaca. Data dianalisis menggunakan analisis tema untuk mengidentifikasi pola dan kategori yang terkait dengan tantangan dan strategi mengajar. Temuan menunjukkan lima tantangan utama: kosakata siswa terbatas, pemahaman struktur teks yang buruk, kesulitan membuat inferensi, motivasi rendah, dan kurangnya sumber daya pengajaran. Guru merespons dengan strategi seperti scaffolding, instruksi diferensiasi, dan penggunaan materi multimodal. Namun, keterbatasan institusi sering menghambat upaya mereka. Hasil ini menegaskan kebutuhan pelatihan guru yang lebih baik, akses yang lebih luas ke sumber daya pengajaran, dan dukungan institusi yang lebih kuat. Implikasi studi ini meluas ke perencana kurikulum dan kebijakan pendidikan, menekankan pentingnya dukungan sistemik bagi guru yang bekerja dengan siswa berprofisi rendah dalam konteks EFL.

Studi ini menunjukkan bahwa guru bahasa Inggris di Telkom Schools Medan menghadapi tantangan multidimensi dalam mengajar membaca kepada siswa dengan kemampuan bahasa Inggris rendah.Tantangan ini muncul dari faktor internal siswa dan keterbatasan eksternal institusi.Secara linguistik, siswa mengalami kesulitan dengan kosakata terbatas, pengenalan struktur teks yang buruk, dan kesulitan membuat inferensi—komponen inti yang diperlukan untuk pemahaman membaca yang efektif.Masalah afektif seperti motivasi rendah dan kecemasan semakin memperparah kesulitan belajar.Keterbatasan kontekstual, termasuk waktu pengajaran yang terbatas, kelas besar, dan sumber daya pengajaran yang tidak memadai, memperkuat tantangan ini.Meskipun demikian, guru menunjukkan ketangguhan dan pendekatan proaktif, seperti penggunaan teknik scaffolding dan materi multimodal.Namun, upaya mereka sering dibatasi oleh faktor sistemik di luar kendali mereka.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran membaca untuk siswa berprofisi rendah tidak hanya bergantung pada keahlian guru tetapi juga pada komitmen institusi untuk menyediakan sumber daya, pelatihan profesional, dan fleksibilitas kurikulum.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi teknologi dalam kelas EFL dengan sumber daya terbatas, mengkaji peran program mentoring antar guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa berprofisi rendah, serta mengevaluasi dampak keterlibatan orang tua dalam mendukung pembelajaran membaca di luar kelas. Selain itu, penelitian dapat menginvestigasi pengaruh kebijakan institusi terhadap pengembangan kurikulum yang lebih inklusif atau membandingkan strategi pembelajaran membaca antara sekolah swasta dan negeri dalam konteks EFL. Penelitian ini juga dapat menggali perspektif siswa secara lebih mendalam untuk memahami dimensi emosional dan kognitif dalam kesulitan membaca, serta mengembangkan pendekatan berbasis teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa berprofisi rendah.

Read online
File size293.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test