IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Ar-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan IslamAr-Rihlah: Jurnal Inovasi Pengembangan Pendidikan Islam

Penelitian ini mengkaji rekam jejak evolusi arsitektur lembaga pendidikan Islam secara kronologis, mulai dari ruang domestik di Makkah pada masa Nabi SAW hingga madrasah transformatif modern di Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. Dengan menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis, penelitian ini menelusuri perubahan fisik dan tata kelola institusi pendidikan Islam melalui enam fase utama: era Nabi SAW, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasiyah, Dinasti Fatimiyah, dan era Indonesia dari masa kolonial Belanda hingga kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap perubahan arsitektur lembaga pendidikan Islam bukan sekadar respons terhadap faktor eksternal, melainkan merupakan manifestasi ijtihad spasial-manajerial yang bertumpu pada dua kerangka filosofis utama: Maqashidut Tarbiyah (tujuan-tujuan pendidikan Islam) dan Maqashidus Syariah (tujuan-tujuan syariat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa fleksibilitas adaptif peradaban Islam dalam mentransformasi ruang belajar menjadi kunci keberlangsungan transmisi ilmu lintas generasi. Pada era kontemporer, integrasi Outcome-Based Education (OBE), deep learning, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan kelanjutan sah dari ijtihad tersebut demi mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang unggul dan berkarakter.

Evolusi arsitektur lembaga pendidikan Islam dari masa klasik hingga era kontemporer di Indonesia mencerminkan fleksibilitas adaptatif peradaban Islam dalam merespons dinamika zaman, politik, teknologi, dan budaya.Transformasi ruang belajar yang bermula dari ruang domestik Darul Arqam, meluas ke institusi semi-formal As-Suffah dan Kuttab, menapak ke era institusi mandiri-megah Nizamiyah dan Baitul Hikmah, hingga berakulturasi secara lokal menjadi pesantren dan madrasah kontemporer di Indonesia, menunjukkan bahwa Islam tidak pernah memandang perubahan wadah fisik maupun metode manajerial sebagai sesuatu yang terlarang, selama esensi nilai yang dibawa tetap terjaga.Ditinjau dari perspektif Maqashidut Tarbiyah dan Maqashidus Syariah, rekam jejak arsitektural dan tata kelola lembaga pendidikan Islam ini merupakan manifestasi ijtihad spasial-sistemik yang sah dan berkelanjutan.Setiap perubahan fisik yang terjadi selalu dapat dilacak kembali motivasinya pada upaya pemenuhan kewajiban menjaga agama (hifzhud din), mematangkan akal (hifzhul aql), dan menjamin keselamatan jiwa penuntut ilmu (hifzhun nafs).Dengan demikian, perubahan bukan merupakan pengkhianatan terhadap tradisi, melainkan bentuk kesetiaan tertinggi terhadap tujuan-tujuan pendidikan Islam itu sendiri.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara evolusi arsitektur lembaga pendidikan Islam dengan lembaga pendidikan non-Islam di Indonesia, guna memahami perbedaan dan kesamaan dalam respons terhadap dinamika zaman. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana integrasi Outcome-Based Education (OBE), deep learning, dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dapat diterapkan secara efektif di berbagai tingkat pendidikan Islam, mulai dari kuttab hingga madrasah modern, serta bagaimana hal ini dapat meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan Islam di era kontemporer.

Read online
File size405.48 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test