USKUSK

KITEKTROKITEKTRO

Pada penelitian ini dirancang alat klasifikasi telur otomatis yang dilengkapi dengan konveyor dan dapat diakses melalui web firebase. Alat klasifikasi ini menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi adanya telur pada konveyor, kemudian motor otomatis memutar roller, sehingga telur sampai ke dalam kotak klasifikasi. Pada kotak klasifikasi terdapat LED HPL yang menyinari telur dari bawah, semakin bagus keadaan telur maka semakin besar nilai bacaan sensor LDR, data pada proses klasifikasi dapat dilihat secara real time pada laman web melalui firebase. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu klasifikasi telur dapat dilakukan secara otomatis dan memerlukan waktu rata-rata 22,16 detik dengan motor kecepatan rendah (2,5rpm) untuk mengklasifikasi perbutir telur dan dapat mengklasifikasi sebanyak 162 butir per jam. Database ditampilkan secara real time. Pengklasifikasi kualitas telur berdasarkan nilai hasil sensor LDR yakni bagus (nilai hasil sensor LDR lebih besar sama dengan 300), kurang bagus (nilai hasil sensor LDR antara 100 dan 300), dan busuk (nilai hasil sensor LDR lebih kecil sama dengan 100). Dari 30 butir sampel yang diuji terdapat 15 butir bagus, 9 butir kurang bagus, dan 6 lainnya busuk, yang dapat dibuktikan dengan memecahkan telur hasil klasifikasi.

Alat klasifikasi telur ayam ras dapat dijalankan secara otomatis agar memudahkan mobilitas telur dalam proses pengecekan.Dengan waktu rata-rata yang dibutuhkan dalam proses pengecekan telur adalah 22,16 detik pada penggunaan motor kecepatan rendah (2,5 rpm) untuk mengklasifikasi perbutir telur dan dapat mengklasifikasi sebanyak 162 butir per jam.Pengklasifikasi kualitas telur berdasarkan nilai hasil sensor LDR yakni bagus (nilai hasil sensor LDR lebih besar sama dengan 300), kurang bagus (nilai hasil sensor LDR antara 100 dan 300), dan busuk (nilai hasil sensor LDR lebih kecil sama dengan 100).Dari 30 butir sampel yang diuji terdapat 15 butir bagus, 9 butir kurang bagus, dan 6 lainnya busuk, yang dapat dibuktikan dengan memecahkan telur hasil klasifikasi.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1) Mengoptimalkan sistem konveyor untuk meningkatkan kecepatan pengklasifikasian telur dalam skala industri. 2) Mengintegrasikan algoritma machine learning untuk meningkatkan akurasi pengklasifikasian kualitas telur berdasarkan data sensor. 3) Menguji sistem pada berbagai jenis telur dan kondisi lingkungan untuk menjamin keandalan dan skalabilitas alat. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan sistem otomasi yang lebih canggih dalam industri pertanian dan pengolahan makanan.

Read online
File size756.04 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test