IMPERIUMINSTITUTEIMPERIUMINSTITUTE

SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis IslamSERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Islam

Jumlah investor baru di Bursa Efek Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir. Namun, tingkat literasi dan inklusi masih sangat rendah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang perilaku herding di pasar saham, yang menyebabkan harga pasar tidak mencerminkan nilai sebenarnya secara akurat. Penulis menggunakan metode CSAD, dengan memanfaatkan variabel-variabel seperti market return (Rmt), CSAD, dan Rm,t2 regressi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak EViews versi 13 untuk meningkatkan akurasi dan reliabilitas hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan adanya aktivitas herding yang signifikan pada saham-saham terindeks di JII Indonesia dari tahun 2019 hingga 2024. Dari perspektif Islam, perilakuherding alami dapat dilihat sebagai reaksi normal karna psikologi pasar. Namun, ketika herding didorong oleh manipulasi yang disengaja—seperti tindakan Najsy atau Ghisysy, yang muncul dari informasi yang menyesatkan, manipulasi harga, atau kegiatan yang tidak transparan seperti pump and dump atau hype and dump—hal tersebut merupakan pelanggaran standar etika dan prinsip pasar yang adil, sehingga ilegal.

Penelitian menunjukkan adanya aktivitas herding yang signifikan pada saham JII 2019-2024, sehingga harga tidak selalu mencerminkan nilai fundamental.Herder alami berasal dari psikologi pasar dan tidak mengindikas席 pelanggaran Shariah, namun herding yang dipicu manipulasi dapat dianggap tidak etis dan ilegal.Oleh karena itu, penting membedakan herding alami dan herding akibat manipulasi serta pengaruh informasi menyesatkan terhadap perilaku investor.

Bagaimana pengaruh tingkat literasi keuangan syariah terhadap perilaku herding pada saham JII selama periode volatilitas tinggi? Penelitian dapat mengevaluasi apakah pelatihan etika perdagangan, seperti pelatihan tentang kepatuhan Shariah, dapat mengurangi risiko herding yang dipicu manipulasi. Selanjutnya, perlu diteliti dampak kebijakan transparansi informasi pasar—misalnya, penguatan pelaporan real time—pada kestabilan harga dan pengurangan perilaku berkelompok. Selain itu, aplikasi analisis sentimen media sosial dapat digunakan untuk mengukur seberapa cepat sinyal pasar memicu herding di kalangan investor baru. Percobaan eksperimental dengan simulasi pasar dapat membandingkan reaksi investor terhadap sinyal pasar real versus fake berita. Penelitian harus mengkaji peran broker dan platform perdagangan online dalam menimbulkan atau mencegah herding. Analisis lintas negara dapat mengidentifikasi perbedaan perilaku herding antara pasar saham Syariah Indonesiaינו Malaysia. Akhirnya, studi longitudinal dapat mengamati perubahan perilaku investor seiring peningkatan literasi keuangan dan regulasi pasar. Sarankan penggunaan model machine learning untuk memprediksi pergerakan herding berdasarkan variabel ekonomi makro dan indikator sentiment, sehingga para regulator dapat mengambil tindakan preventif.

  1. Comparative Analysis of Efficient Market for Sharia and Conventional Stocks in ASEAN countries | Al-Iqtishad:... journal.uinjkt.ac.id/index.php/iqtishad/article/view/25025Comparative Analysis of Efficient Market for Sharia and Conventional Stocks in ASEAN countries Al Iqtishad journal uinjkt ac index php iqtishad article view 25025
  2. Herding behavior analysis of Jakarta Islamic Index 2019-2024 | SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen dan... doi.org/10.36407/serambi.v7i1.1454Herding behavior analysis of Jakarta Islamic Index 2019 2024 SERAMBI Jurnal Ekonomi Manajemen dan doi 10 36407 serambi v7i1 1454
  3. Fenomena Black Swan: Dampak Covid-19 Terhadap Herding Behavior Pada Sembilan Sektor di Pasar Modal Indonesia:... doi.org/10.17358/jabm.9.3.998Fenomena Black Swan Dampak Covid 19 Terhadap Herding Behavior Pada Sembilan Sektor di Pasar Modal Indonesia doi 10 17358 jabm 9 3 998
Read online
File size894.25 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test