UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Intisari—Dalam suatu proyek konstruksi, faktor yang menjadi indikator keberhasilan suatu proyek adalah harus tepat biaya, mutu dan waktu. Untuk mencapai target tersebut perlu perencanaan, pengendalian pelaksanannya secara tepat. Konsep Nilai Hasil (Earned Value) merupakan salah satu metode pengendalian yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu ini digunakan untuk proyek secara terpadu. Metode menganalisis kinerja pelaksanaan dan membuat perkiraan penyelesaian proyek yang memberikan informasi kinerja proyek pada suatu periode pelaporan dan menghasilkan estimasi biaya dan waktu untuk penyelesaian seluruh pekerjaan proyek. Dalam tugas akhir ini disajikan hasil analisa Konsep Nilai untuk menganalisa kinerja Kontraktor, biaya dan waktu proyek konstruksi SUTT 150 kV Tayan – Sandai, yang ditargetkan selesai di Oktober 2025 sehingga bisa menjadi interkoneksi kelistrikan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dan khususnya menjadi supplai sistem kelistrikan Ketapang yang kebutuhan bebannya ± 48 MW.

Analisis menunjukkan bahwa proyek memiliki kinerja biaya yang baik, dengan Cost Variance positif sebesar Rp10,494,578,666 dan Cost Performance Index sebesar 1,1111, menandakan efisiensi biaya dan kondisi under budget.Namun, kinerja waktu kurang memuaskan karena Schedule Variance negatif sebesar Rp12,189,654,857 dan Schedule Performance Index sebesar 0,8959, menunjukkan keterlambatan sekitar 10,4% dari jadwal yang direncanakan.Penyebab utama keterlambatan meliputi kekurangan tenaga kerja terampil, keterbatasan peralatan, keterlambatan material, dan kondisi lingkungan yang ekstrim, sehingga diperlukan upaya perbaikan pada aspek man, machine, material, dan environment.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi integrasi analisis risiko berbasis probabilistik dengan metode Earned Value untuk memprediksi dampak potensial faktor man‑machine‑material‑environment pada jadwal proyek, sehingga manajer dapat merencanakan mitigasi yang lebih proaktif. Selanjutnya, studi komparatif antara Earned Value Management dan pendekatan kontrol proyek berbasis kecerdasan buatan seperti machine learning dapat menilai keakuratan prediksi biaya dan waktu serta mengidentifikasi pola keterlambatan yang tidak terlihat pada analisis tradisional. Terakhir, penelitian aksi dapat menguji efektivitas penerapan strategi crashing yang terstruktur pada proyek infrastruktur serupa, dengan mengukur pengaruhnya terhadap perubahan CPI dan SPI serta biaya tambahan yang muncul, guna menyediakan panduan praktis bagi pengambil keputusan dalam mengatasi keterlambatan tanpa mengorbankan efisiensi biaya.

Read online
File size421.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test