UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Pendahuluan – Saat ini gangguan kepribadian borderline (BPD) menjadi fokus utama dalam temuan klinis. BPD didefinisikan sebagai gangguan terhadap kriteria ketidakstabilan emosional, identitas kabur, dan perilaku spontan yang muncul pada usia dewasa. Biasanya, penderita BPD mengalami trauma masa kanak‑kanak yang memengaruhi struktur kepribadian mereka. Metode – Penulis melakukan tinjauan literatur mengenai dampak trauma masa kanak‑kanak terhadap BPD berdasarkan karya yang telah dipublikasikan dan menunjukkan korelasi. Hasil – Trauma yang terjadi pada masa kanak‑kanak berlanjut hingga dewasa serta memengaruhi pandangan individu tentang diri dan orang lain. Trauma tersebutelar dapat berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual, pelecehan emosional, atau sekadar menyaksikan konflik keluarga. Diskusi – Terjadi hubungan erat antara penyalahgunaan masa kanak‑kanak dan kesulitan mengontrol emosi, menunjukkan bahwa emosi yang diabaikan disebabkan oleh kurangnya strategi regulasi emosional; jenis trauma yang beragam dapat memengaruhi tingkat kesulitan dalam mengatur emosi yang berbeda. Kesimpulan – Terdapat korelasi signifikan antara trauma masa kanak‑kanak dan BPD, yang menandakan perlunya intervensi dini untuk mengatasi trauma tersebut dan memperkuat regulasi emosi.

Terdapat korelasi signifikan antara trauma masa kanak‑kanak dan gangguan kepribadian borderline.Trauma tersebut memengaruhi regulasi emosi, yang menjadi faktor kunci dalam perkembangan BPD.Pencegahan BPD dapat dimulai dengan mengatasi trauma masa kanak‑kanak melalui intervensi yang tepat.

Dalam melanjutkan penelitian ini, pertamalah menyelidiki peran intervensi psikoterapi yang berfokus pada regulasi emosi pada korban trauma masa kanak‑kanak guna menilai dampaknya terhadap gejala BPD. Kedua, lakukan studi longitudinal membandingkan dampak trauma jenis berbeda—fisik, seksual, dan emosional—dalam perkembangan BPD, termasuk faktor moderasi seperti dukungan sosial dan faktor genetika. Ketiga, terapkan penelitian eksperimental yang menguji efektivitas program pendidikan bagi ọmụtu‑mtp keluarga tentang pentingnya pengenalan dan regulasi emosi pada masa kanak‑kanak, guna mengurangi risiko gangguan kepribadian pada masa dewasa. Penelitian-penelitian tersebut akan memperluas pemahaman komprehensif tentang hubungan trauma masa kanak‑kanak dengan BPD dan memberikan dasar ilmiah bagi pencegahan serta intervensi yang lebih terarah.

  1. THE IMPACT OF CHILDHOOD TRAUMA ON BORDERLINE PERSONALITY DISORDER | Journal of Psychiatry Psychology... jppbr.ub.ac.id/index.php/jppbr/article/view/83THE IMPACT OF CHILDHOOD TRAUMA ON BORDERLINE PERSONALITY DISORDER Journal of Psychiatry Psychology jppbr ub ac index php jppbr article view 83
Read online
File size201.52 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test