ICPA BANYUWANGIICPA BANYUWANGI

SKYHAWK : Jurnal Aviasi IndonesiaSKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia

Paradigma Industry 5.0 yang menekankan kolaborasi manusia‑teknologi, keberlanjutan, dan ketahanan menuntut rekonstruksi kembali konsep kesiapan karir dalam pendidikan vokasi penerbangan. Namun, penelitian empiris mengenai bagaimana kesadaran vokasional dan aspirasi vokasional secara bersamaan membentuk kesiapan karir mahasiswa penerbangan dalam paradigma baru ini masih terbatas, terutama pada konteks Indonesia. Penelitian kuantitatif dengan desain survei cross‑sectional melibatkan 184 mahasiswa penerbangan dari empat akademi di Jawa (diambil secara stratified random proportional dari populasi 350); instrumen skala Likert yang telah tervalidasi (Cronbach α > 0.85) mengukur semua konstruk, dan data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa kesadaran vokasional (β = 0,476, p < 0,001) dan aspirasi vokasional (β = 0,351, p < 0,001) secara bersama‑sama menjelaskan 67,3% varians kesiapan karir (R² = 0,673, F = 189,23, p < 0,001), dengan pengaruh kesadaran yang secara signifikan lebih kuat. Secara teoretis, studi ini memperluas Social Cognitive Career Theory ke konteks Industry 5.0; secara praktis, menegaskan kebutuhan mendesak akan program induksi industri yang berpusat pada manusia serta bimbingan karir di akademi penerbangan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran vokasional dan aspirasi vokasional secara positif dan signifikan memprediksi kesiapan karir mahasiswa penerbangan di Jawa pada era Industry 5.0, dengan kesadaran vokasional menjadi prediktor dominan (β = 0,476).Model regresi menjelaskan 67,3% varians kesiapan karir, namun mahasiswa masih menunjukkan pemahaman yang lemah mengenai kolaborasi manusia‑mesin dan aspek keberlanjutan.Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara retorika Industry 5.0 dan persiapan vokasional aktual, sehingga diperlukan intervensi kurikulum yang menekankan kompetensi sosial‑teknis dan nilai‑nilai keberlanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal yang melacak perkembangan kesiapan karir mahasiswa penerbangan selama transisi ke dunia kerja, dengan menambahkan variabel mediator seperti self‑efficacy dan dukungan sosial untuk menguji pengaruhnya secara dinamis. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif antar pulau di Indonesia untuk mengevaluasi perbedaan kesiapan karir dan faktor kontekstual yang memengaruhi, sehingga temuan dapat digeneralisasikan secara lebih luas. Selanjutnya, eksperimen intervensi berbasis modul Industry 5.0 dapat dirancang untuk menguji efektivitas program induksi yang menekankan kolaborasi manusia‑AI, keberlanjutan, dan ketahanan, serta mengukur dampaknya terhadap peningkatan kesadaran vokasional, aspirasi, dan kinerja akademik mahasiswa.

  1. Overview of Research of Machine Learning in Air Traffic Management. overview research machine learning... ace.ewapub.com/article/view/2553Overview of Research of Machine Learning in Air Traffic Management overview research machine learning ace ewapub article view 2553
  2. 0. 0 doi.org/10.1037/cou00002430 0 doi 10 1037 cou0000243
Read online
File size557.83 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test