IBRAHIMYIBRAHIMY

PSYCOMEDIA : Jurnal PsikologiPSYCOMEDIA : Jurnal Psikologi

Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk bangkit kembali setelah mengalami tekanan atau situasi sulit dalam lingkungan kerja. Kecerdasan emosi dan efikasi diri diduga berperan penting dalam membentuk ketahanan psikologis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosi dan efikasi diri dengan resiliensi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di perusahaan PT Kharisma SF Sidoarjo, teknik sampling yang digunakan adalah simpel random sampling dengan jumlah populasi sebanyak 250 orang, kemudian mengacu pada tabel Krejcie & Morgan sehingga didapat partisipan sebanyak 150 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi skala kecerdasan emosi, skala efikasi diri, dan skala resiliensi. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kecerdasan emosi dan efikasi diri dengan resiliensi pada karyawan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan kecerdasan emosi dan efikasi diri sebagai faktor pendukung ketahanan psikologis dalam dunia kerja.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dengan resiliensi karyawan.Secara parsial, kecerdasan emosional berhubungan positif dengan resiliensi, yang mengindikasikan bahwa kemampuan karyawan dalam mengenali dan mengelola emosi berperan penting dalam menghadapi tekanan kerja dan beradaptasi terhadap situasi yang menantang.Selain itu, efikasi diri juga menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan resiliensi, di mana keyakinan karyawan terhadap kemampuan dirinya mendorong ketangguhan psikologis dalam menghadapi hambatan pekerjaan.Dengan demikian, kecerdasan emosional dan efikasi diri merupakan dua faktor psikologis yang saling melengkapi dalam membentuk dan meningkatkan resiliensi karyawan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan diversifikasi sampel lintas sektor/jabatan, menerapkan desain campuran berbasis wawancara mendalam, memperpanjang periode studi guna memitigasi efek situasional, dan menambahkan variabel kontrol/pemoderasi (misalnya stres kerja, burnout, kepuasan kerja) guna memverifikasi konsistensi hubungan antar variabel kecerdasan emosional, efikasi diri, dan resiliensi. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain longitudinal, menambahkan variabel lain yang relevan (misalnya stres kerja atau burnout), serta mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai resiliensi karyawan.

  1. "Servant-Leadership and Employee Resilience" by Aaron D. Wilkinson and Mark Rennaker. servant... doi.org/10.33972/ijsl.350Servant Leadership and Employee Resilience by Aaron D Wilkinson and Mark Rennaker servant doi 10 33972 ijsl 350
  2. Efikasi Diri terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirtanadi Unit Instalasi Pengolahan Air Sunggal | Wastuti... jurnal.umsu.ac.id/index.php/biblio/article/view/2076Efikasi Diri terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirtanadi Unit Instalasi Pengolahan Air Sunggal Wastuti jurnal umsu ac index php biblio article view 2076
  3. Efikasi Diri, Kestabilan Emosi dan Keberhasilan Akademik Mahasiswa Dalam Perkuliahan | Fitriyah | DWIJA... doi.org/10.20961/jdc.v4i1.38691Efikasi Diri Kestabilan Emosi dan Keberhasilan Akademik Mahasiswa Dalam Perkuliahan Fitriyah DWIJA doi 10 20961 jdc v4i1 38691
  4. Can a Supportive Workplace Impact Employee Resilience in a High Pressure Performance Environment? An... doi.org/10.1111/apps.12184Can a Supportive Workplace Impact Employee Resilience in a High Pressure Performance Environment An doi 10 1111 apps 12184
Read online
File size828.05 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test