POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG

JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADUJURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN TERPADU

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di bidang kesehatan lingkungan merupakan salah satu inovasi penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs). AI memiliki potensi yang sangat besar dalam memantau kualitas udara, mengelola limbah, dan memitigasi bencana lingkungan seperti kebakaran hutan dan pencemaran air. Namun, penerapan teknologi ini di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk infrastruktur digital yang terbatas, kurangnya data lingkungan yang terstandardisasi, kurangnya tenaga ahli, dan kerangka kerja regulasi yang tidak memadai. Hambatan-hambatan ini menghalangi potensi penuh AI dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan efisien. Sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan menciptakan ekosistem yang kondusif untuk pengembangan AI. Kita harus mengambil langkah-langkah strategis yang mendukung inovasi teknologi, meningkatkan investasi dalam infrastruktur digital, dan membangun kapasitas sumber daya manusia. Dengan pendekatan kolaboratif ini, AI dapat memainkan peran yang signifikan dalam memperkuat upaya menjaga kesehatan lingkungan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Artikel ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai potensi, tantangan, dan solusi implementasi AI dalam kesehatan lingkungan sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, penerapan kecerdasan buatan dalam kesehatan lingkungan masih terhalang oleh infrastruktur digital yang terbatas, data yang tidak terstandar, serta kurangnya tenaga ahli, regulasi yang belum matang, dan rendahnya kesadaran masyarakat.Meskipun demikian, AI memiliki kemampuan signifikan dalam mengelola limbah, mitigasi kebakaran hutan, dan meningkatkan kualitas udara, yang dapat berkontribusi pada peningkatan kesehatan lingkungan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mendukung teknologi, investasi pada infrastruktur digital, dan program pelatihan serta kolaborasi antar sektor untuk memaksimalkan pemanfaatan AI secara efektif.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi desain optimal infrastruktur digital yang dapat mendukung pemantauan lingkungan berbasis AI di daerah terpencil Indonesia, dengan menguji kehandalan jaringan sensor, kecepatan transmisi data, dan biaya pemeliharaan; selanjutnya, diperlukan pengembangan kerangka data lingkungan terstandardisasi yang dapat meningkatkan akurasi model AI dalam memprediksi kualitas udara dan manajemen limbah, sehingga studi komparatif antara dataset terstandar dan tidak terstandar dapat diadakan; terakhir, penting untuk menilai efektivitas program peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kampanye kesadaran publik dalam mempercepat adopsi teknologi AI untuk kesehatan lingkungan, dengan merancang survei longitudinal yang mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik stakeholder terkait AI di sektor pemerintah, akademisi, dan masyarakat umum. Semua penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang praktis, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan mempercepat implementasi AI yang berkelanjutan dalam konteks kesehatan lingkungan Indonesia.

Read online
File size298.92 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test