UBUB

Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral ResearchJournal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research

Latar Belakang: Asma pada kehamilan merupakan faktor pemicu komplikasi kehamilan. Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang dapat menyebabkan komplikasi termasuk peningkatan risiko asma pada keturunan, keguguran, kematian janin, dan hipoksia. Faktor psikologis sering ditemukan sebagai penyebab asma pada kehamilan, seperti stres yang berlanjut menjadi kecemasan dan depresi. Selain itu, asma pada masa prenatal juga berhubungan dengan kejadian asma pada bayi yang kemudian. Tujuan: Memahami risiko asma selama kehamilan serta dampaknya pada anak setelah lahir. Metode: Artikel ini membahas tinjauan literatur dengan mencari artikel jurnal pada media elektronik dalam rentang referensi antara Januari 2000 hingga Januari 2021. Hasil: Gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan merupakan kondisi psikiatrik yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan faktor penyebab timbulnya asma atau kambuhnya asma serta manajemen asma itu sendiri. Gangguan psikologis, baik berupa stres maupun kecemasan, mengganggu kesehatan ibu selama kehamilan. Stres yang dialami ibu selama kehamilan juga berdampak negatif pada anak di masa depan. Patofisiologinya melibatkan sekresi kortisol yang berkelanjutan akibat aktivasi aksial pada hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan sel T Helper 2 (Th2) pada janin. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara risiko asma pada kehamilan dengan risiko asma pada anak setelah lahir.

Asma pada kehamilan merupakan faktor pemicu komplikasi kehamilan.Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang dapat menyebabkan komplikasi termasuk peningkatan risiko asma pada keturunan, keguguran, kematian janin, dan hipoksia.Faktor psikologis sering ditemukan sebagai penyebab asma pada kehamilan, seperti stres yang berlanjut menjadi kecemasan dan depresi.Selain itu, asma pada masa prenatal juga berhubungan dengan kejadian asma pada bayi yang kemudian.Memahami risiko asma selama kehamilan serta dampaknya pada anak setelah lahir.Artikel ini membahas tinjauan literatur dengan mencari artikel jurnal pada media elektronik dalam rentang referensi antara Januari 2000 hingga Januari 2021.Gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan merupakan kondisi psikiatrik yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan faktor penyebab timbulnya asma atau kambuhnya asma serta manajemen asma itu sendiri.Gangguan psikologis, baik berupa stres maupun kecemasan, mengganggu kesehatan ibu selama kehamilan.Stres yang dialami ibu selama kehamilan juga berdampak negatif pada anak di masa depan.Patofisiologinya melibatkan sekresi kortisol yang berkelanjutan akibat aktivasi aksial pada hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan sel T Helper 2 (Th2) pada janin.Terdapat korelasi antara risiko asma pada kehamilan dengan risiko asma pada anak setelah lahir.Terdapat korelasi antara risiko asma pada kehamilan dengan risiko asma pada anak setelah lahir.Penelitian lanjutan dapat menguji pertanyaan apakah kadar biomarker stres pada ibu hamil, seperti kortisol serum, berhubungan secara kuantitatif dengan kejadian asma pada anak selama lima tahun pertama kehidupan.selain itu, studi eksperimental yang menilai efektivitas intervensi psikologis terpadu (misalnya terapi perilaku kognitif dan konseling nutrisi) selama kehamilan dalam menurunkan risiko asma pada keturunan akan memberikan bukti klinis yang lebih kuat.selanjutnya, penelitian mekanistik yang menyelidiki bagaimana perubahan mikrobioma usus dan vagina ibu akibat stres memengaruhi perkembangan sistem imun janin serta predisposisi terhadap asma dapat membuka jalur pencegahan berbasis mikrobioma.Semua pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang hubungan kausal antara stres maternal dan asma pada anak serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif.Asma pada kehamilan merupakan faktor pemicu komplikasi kehamilan.Asma merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang dapat menyebabkan komplikasi termasuk peningkatan risiko asma pada keturunan, keguguran, kematian janin, dan hipoksia.Faktor psikologis sering ditemukan sebagai penyebab asma pada kehamilan, seperti stres yang berlanjut menjadi kecemasan dan depresi.Selain itu, asma pada masa prenatal juga berhubungan dengan kejadian asma pada bayi yang kemudian.Memahami risiko asma selama kehamilan serta dampaknya pada anak setelah lahir.Artikel ini membahas tinjauan literatur dengan mencari artikel jurnal pada media elektronik dalam rentang referensi antara Januari 2000 hingga Januari 2021.Gangguan psikologis seperti stres dan kecemasan merupakan kondisi psikiatrik yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan faktor penyebab timbulnya asma atau kambuhnya asma serta manajemen asma itu sendiri.Gangguan psikologis, baik berupa stres maupun kecemasan, mengganggu kesehatan ibu selama kehamilan.Stres yang dialami ibu selama kehamilan juga berdampak negatif pada anak di masa depan.Patofisiologinya melibatkan sekresi kortisol yang berkelanjutan akibat aktivasi aksial pada hipotalamus dan kelenjar hipofisis, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan sel T Helper 2 (Th2) pada janin.Terdapat korelasi antara risiko asma pada kehamilan dengan risiko asma pada anak setelah lahir.

Penelitian lanjutan dapat menguji pertanyaan apakah kadar biomarker stres pada ibu hamil, seperti kortisol serum, berhubungan secara kuantitatif dengan kejadian asma pada anak selama lima tahun pertama kehidupan; selain itu, studi eksperimental yang menilai efektivitas intervensi psikologis terpadu (misalnya terapi perilaku kognitif dan konseling nutrisi) selama kehamilan dalam menurunkan risiko asma pada keturunan akan memberikan bukti klinis yang lebih kuat; selanjutnya, penelitian mekanistik yang menyelidiki bagaimana perubahan mikrobioma usus dan vagina ibu akibat stres memengaruhi perkembangan sistem imun janin serta predisposisi terhadap asma dapat membuka jalur pencegahan berbasis mikrobioma. Semua pendekatan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang hubungan kausal antara stres maternal dan asma pada anak serta mengidentifikasi strategi pencegahan yang efektif.

  1. RISK OF ASTHMA DUE TO THE EXISTENCE OF PSYCHOLOGICAL DISORDERS DURING PREGNANCY AND RISK OF ASTHMA IN... doi.org/10.21776/ub.jppbr.2022.003.02.7RISK OF ASTHMA DUE TO THE EXISTENCE OF PSYCHOLOGICAL DISORDERS DURING PREGNANCY AND RISK OF ASTHMA IN doi 10 21776 ub jppbr 2022 003 02 7
Read online
File size156.82 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test