UMBUMB

Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri)

Indonesia pada tahun 2025 dihadapkan pada permasalahan distribusi beras yang lambat, yang berdampak pada kelangkaan beras premium serta menyebabkan kenaikan harga yang signifikan. Harga beras premium meningkat dari Rp68.000 per 5 kg menjadi Rp90.000–Rp130.000 per 5 kg. Meskipun stok beras di gudang BULOG melimpah, distribusi yang tidak optimal berpotensi menghambat ketahanan pangan, meningkatkan risiko kerusakan beras, serta menimbulkan kerugian negara. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan alokasi distribusi beras optimal dari supply area ke demand area berdasarkan jarak terpendek guna meminimalkan total jarak pengiriman. Metode yang digunakan meliputi North West Corner (NWC), Vogel Approximation Method (VAM), Least Cost, dan Particle Swarm Optimization (PSO). Penelitian ini memiliki kontribusi akademik dengan menghubungkan pendekatan optimasi transportasi dengan kebijakan distribusi pangan nasional. Selain itu, kebaharuan penelitian ini terletak pada cakupan wilayah Indonesia secara nasional serta perbandingan empat metode optimasi dalam satu kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode Vogel merupakan solusi optimal dengan total jarak pengiriman 2,982,335.63 km.

Metode Vogel menghasilkan total jarak distribusi paling minimum (2,982,335.63 km), menjadikannya metode paling efisien untuk kasus distribusi beras nasional.Penelitian ini memperlihatkan bahwa metode heuristik klasik seperti Vogel masih kompetitif dan dapat melampaui performa metaheuristik seperti PSO bila PSO tidak dioptimalkan secara khusus.Pendekatan optimasi ini dapat dijadikan dasar perencanaan distribusi beras nasional untuk meminimalkan jarak tempuh dan biaya, serta mengurangi risiko kerusakan dan kenaikan harga.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki model optimasi distribusi beras yang mengintegrasikan data biaya transportasi riil serta waktu tempuh aktual untuk menghasilkan solusi yang lebih mencerminkan kondisi lapangan. Selanjutnya, pengembangan algoritma Particle Swarm Optimization hybrid yang memanfaatkan solusi awal dari metode heuristik seperti Vogel, Least Cost, dan North West Corner dapat meningkatkan kualitas solusi dan konvergensi algoritma. Terakhir, penerapan teknik adaptif pada parameter PSO, misalnya melalui pembelajaran mesin untuk menyesuaikan inertia weight, koefisien kognitif, dan koefisien sosial secara dinamis, dapat meningkatkan fleksibilitas dan kinerja algoritma dalam konteks distribusi beras skala nasional.

  1. Optimasi Penempatan Distributed generation dan Kapasitor Bank Berbasis Particle Swarm Optimization untuk... doi.org/10.36722/sst.v11i1.5343Optimasi Penempatan Distributed generation dan Kapasitor Bank Berbasis Particle Swarm Optimization untuk doi 10 36722 sst v11i1 5343
Read online
File size516.29 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test