POLSRIPOLSRI

JTIMD: Jurnal Teknologi Informatika Multimedia DigitalJTIMD: Jurnal Teknologi Informatika Multimedia Digital

Rendahnya tingkat literasi masyarakat terhadap isu ketahanan pangan menjadi tantangan serius dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Padahal, ketahanan pangan merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Di era digital, animasi sebagai media visual interaktif dinilai mampu menyampaikan pesan edukatif dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk merancang animasi edukatif mengenai ketahanan pangan dengan menerapkan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahapan: konsep, desain, pengumpulan materi, pembuatan, pengujian, dan distribusi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif deskriptif, dengan studi literatur sebagai dasar pengembangan konten dan kuesioner skala Likert sebagai alat evaluasi efektivitas. Hasil uji responden sebanyak 30 orang menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian—kejelasan pesan, kualitas visual, daya tarik karakter, alur cerita, dan pengaruh terhadap pemahaman—memperoleh skor rata-rata di atas 4.15, termasuk dalam kategori Setuju hingga Baik. Hasil ini menunjukkan bahwa animasi yang dikembangkan terbukti berhasil sebagai media edukatif. Penerapan metode MDLC dalam perancangan animasi dinilai efektif, terstruktur, dan dapat dijadikan referensi untuk pengembangan media pembelajaran serupa di masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa animasi edukatif mengenai ketahanan pangan yang dikembangkan menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle) dinilai berhasil dan efektif sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat.Hal ini didukung oleh hasil analisis data kuesioner menggunakan skala Likert dari 30 responden, yang menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian—meliputi kejelasan pesan, kualitas visual, daya tarik karakter, alur cerita, dan pengaruh terhadap pemahaman audiens—memperoleh skor rata-rata di atas 4.Rata-rata tersebut termasuk dalam kategori Setuju hingga Baik, yang berarti animasi ini mampu menyampaikan pesan secara komunikatif dan menarik secara visual.Dengan demikian, animasi yang dibuat dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu ketahanan pangan.

Untuk meningkatkan efektivitas media edukasi ketahanan pangan, penelitian lanjutan dapat mengembangkan animasi interaktif yang memungkinkan audiens berpartisipasi dalam simulasi pengelolaan pangan. Selain itu, peneliti dapat mengintegrasikan konten animasi dengan program pelatihan pertanian lokal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi augmented reality untuk menciptakan pengalaman pembelajaran ketahanan pangan yang lebih immersive dan relevan dengan kebutuhan petani di lapangan.

  1. Implementasi Metode (Multimedia Development Life Cycle) Pada Perancangan Animasi Ketahanan Pangan | Zenodo.... doi.org/10.5281/zenodo.18616904Implementasi Metode Multimedia Development Life Cycle Pada Perancangan Animasi Ketahanan Pangan Zenodo doi 10 5281 zenodo 18616904
Read online
File size377.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test