POLSRIPOLSRI

JTIMD: Jurnal Teknologi Informatika Multimedia DigitalJTIMD: Jurnal Teknologi Informatika Multimedia Digital

Game adalah kegiatan terstruktur yang dilakukan saat waktu luang, baik bersama orang lain maupun sendirian, dengan tujuan utama untuk menghibur dan menantang pengguna. Genre game horror menarik perhatian karena dapat membangkitkan rasa takut serta mengekspresikan nuansa seram. Belum ada game yang memanfaatkan latar bersejarah di Kota Palembang, khususnya Goa Jepang, yang memiliki lorong-lorong gelap dan misteri mendalam. Penelitian ini bertujuan merancang game horror bertema Goa Jepang dengan memanfaatkan elemen historis dan suasana mencekam sebagai latar game. Metode yang digunakan meliputi penyusunan Game Design Document (GDD) yang mencakup Game Overview, User Interface Design, Level Design, World Design, Content Design, dan System Design, serta penerapan style pixel art untuk menciptakan nuansa nostalgia. Selain itu, metode finite state machine (FSM) diterapkan untuk membuat gameplay lebih dinamis dan responsif. Pengembangan game juga mengikuti metode fase perencanaan, desain, Game Development Life Cycle (GDLC), yang mencakup pengembangan, pengujian, dan peluncuran untuk memastikan kualitas dan validitas game. Penelitian ini berfokus pada perancangan elemen horor dalam game, seperti suara, musik, visual, dan cerita berupa aplikasi game horror 2d dengan judul game Kepunan.

Penelitian ini telah berhasil merancang dan mengembangkan game survival horror berjudul Kepunan, yang menghadirkan fitur-fitur yang cocok untuk genre ini.Semua elemen dalam game ini dirancang untuk menciptakan nuansa horor yang autentik.Dengan hasil pengujian menunjukkan validitas sangat baik, yakni 82,5% yang termasuk dalam kriteria Sangat Valid, game Kepunan terbukti sebagai media hiburan yang memberikan nuansa horor.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan meliputi: (1) Membuat variasi cerita dengan menambahkan elemen mitos lokal atau sejarah lain di Palembang untuk meningkatkan kedalaman pengalaman bermain; (2) Mengintegrasikan teknologi augmented reality (AR) untuk memberikan efek visual dan suara yang lebih imersif saat pemain berinteraksi dengan lingkungan game; (3) Mengembangkan mode multiplayer atau co-op untuk memungkinkan pemain bekerja sama dalam mengatasi tantangan dan teka-teki dalam game, sehingga meningkatkan daya tarik sosial dan kolaboratif.

  1. Analisa Klasifikasi Genre Game PC Terpopuler | Journal of Information System,Graphics, Hospitality and... jurnal.istts.ac.id/index.php/insight/article/view/145Analisa Klasifikasi Genre Game PC Terpopuler Journal of Information System Graphics Hospitality and jurnal istts ac index php insight article view 145
  2. RANCANG BANGUN GAME EDUKASI œMATCHING AKSARA LAMPUNG BERBASIS SMARTPHONE ANDROID | CESS (Journal... doi.org/10.24114/cess.v3i1.8225RANCANG BANGUN GAME EDUKASI eMATCHING AKSARA LAMPUNG BERBASIS SMARTPHONE ANDROID CESS Journal doi 10 24114 cess v3i1 8225
  3. Implementasi Metode Finite State Machine pada Permainan Tradisional Setatak Berbasis Android | JATISI.... jurnal.mdp.ac.id/index.php/jatisi/article/view/580Implementasi Metode Finite State Machine pada Permainan Tradisional Setatak Berbasis Android JATISI jurnal mdp ac index php jatisi article view 580
Read online
File size662.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test