UMPWRUMPWR

Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM)Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika (JIPM)

Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting di abad ke-21. Namun, kemampuan pemecahan masalah siswa di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah yang didukung oleh bahan ajar digital berbasis budaya Chinatown Semarang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest. Penelitian dilakukan pada April 2024 melibatkan siswa kelas VIII SMPN 11 Semarang. Hasil menunjukkan bahwa: (1) rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa melebihi Ambang Batas Aktual (BTA); (2) proporsi siswa yang mencapai penguasaan di atas 75%; dan (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat setelah implementasi model pembelajaran. Karena semua tiga kriteria terpenuhi, temuan menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah yang didukung oleh bahan ajar digital berbasis Chinatown Semarang efektif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa, dengan N-gain sedang sebesar 0,56.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah yang didukung bahan ajar digital berbasis budaya Chinatown Semarang memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa.Hal ini ditunjukkan oleh pencapaian tiga hipotesis penelitian.(1) rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah melebihi Ambang Batas Aktual (BTA).(2) lebih dari 75% siswa mencapai penguasaan.dan (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat setelah intervensi pembelajaran.Namun, temuan ini terbatas pada konteks penelitian dan tidak boleh digeneralisasi tanpa penelitian lanjutan.Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa bahan ajar digital berkonteks budaya dapat mendukung pembelajaran matematika.Penelitian masa depan perlu melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam serta mengeksplorasi implementasi bahan ajar ini dalam konteks pembelajaran berbeda.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas model pembelajaran berbasis masalah dengan bahan ajar digital berbasis budaya lainnya, seperti budaya Betawi atau Jawa, untuk membandingkan dampaknya terhadap kemampuan pemecahan masalah. Selain itu, penelitian bisa menggabungkan teknologi augmented reality atau virtual reality dalam bahan ajar digital untuk meningkatkan interaksi siswa dengan konten matematika secara kontekstual. Terakhir, penelitian jangka panjang perlu dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan model pembelajaran ini terhadap prestasi akademik dan minat belajar matematika siswa di berbagai tingkat pendidikan.

  1. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Statistika: Implementasi Model Problem-Based... doi.org/10.23969/symmetry.v7i2.6713Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis pada Materi Statistika Implementasi Model Problem Based doi 10 23969 symmetry v7i2 6713
  2. Pengembangan Modul Matematika Berbasis Pendekatan Metakognitif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan... doi.org/10.31004/cendekia.v7i1.1837Pengembangan Modul Matematika Berbasis Pendekatan Metakognitif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan doi 10 31004 cendekia v7i1 1837
  3. PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA DASAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN... ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/matematika/article/view/4806PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA DASAR BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN ojs fkip ummetro ac index php matematika article view 4806
  4. Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa | ARITHMETIC: Academic... doi.org/10.29240/ja.v2i2.2235Etnomatematika untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa ARITHMETIC Academic doi 10 29240 ja v2i2 2235
Read online
File size330.97 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test