UNPRIUNPRI

ELT (English Language Teaching Prima Journal)ELT (English Language Teaching Prima Journal)

Artikel ini mendiskusikan representasi interseksi budaya dalam novel Kuli oleh M.H. Szekely-Lulofs, teks kolonial yang mencatat kehidupan tenaga kerja kontrak di perkebunan Deli. Penelitian ini menyoroti bagaimana pertemuan lintas etnis—Jawa, Sunda, Madura, Betawi, Melayu, dan bahkan Tionghoa—dibangun melalui stereotip, konflik, dan hubungan kekuasaan. Lulofs, seorang penulis perempuan keturunan Belanda, menggunakan pengalamannya pribadi di Deli sebagai latar belakang dan medium untuk menggambarkan realitas sosial yang terpecah. Analisis berdasarkan perspektif sosiologi sastra menitikberatkan dua aspek utama: pertama, keragaman etnis sebagai dasar masyarakat Deli yang dibentuk oleh migrasi dan kolonisasi; kedua, konflik interseksional yang muncul akibat perbedaan identitas dan representasi etnis dalam narasi. Novel Kuli menampilkan stereotip etnis dalam lapisan: orang Betawi digambarkan sebagai arogan, Madura sebagai keras, Sunda sebagai sopan, dan Tionghoa yang marginal secara sosial dan ekonomi. Stereotip ini bukan hanya penanda identitas, tetapi juga sumber konflik yang berujung pada kekerasan antar kelompok. Interseksi etnis digambarkan ambigu—di satu sisi, menciptakan solidaritas saudara kapal, di sisi lain, memicu eksklusi dan kriminalisasi. Dengan demikian, novel Kuli menunjukkan pluralitas sebagai arena ketegangan, di mana representasi etnis beroperasi dalam kerangka kolonial yang memperkuat hierarki sosial.

Novel Kuli menggambarkan interseksi budaya melalui penekanan pada identitas etnis yang berkontribusi pada struktur sosial masyarakat Deli.Stereotip dan konflik lintas etnis menjadi alat untuk memperkuat hierarki kolonial.Representasi etnis dalam novel ini mencerminkan dinamika kekuasaan dan perbedaan identitas yang berdampak pada interaksi sosial.Penelitian ini menunjukkan bahwa interseksi etnis tidak hanya menciptakan ketegangan, tetapi juga kesadaran akan pengalaman bersama sebagai subjek yang tertindas.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian tentang peran perempuan dalam konteks interseksi etnis di perkebunan kolonial, dengan fokus pada bagaimana gender memengaruhi dinamika kekuasaan. Kedua, analisis komparatif antara stereotip etnis dalam novel Kuli dengan narasi sejarah lainnya untuk memahami pergeseran representasi budaya. Ketiga, penelitian tentang dampak interseksi etnis terhadap pembentukan identitas lokal di wilayah Sumatera Utara pasca-kolonial, dengan pendekatan historis dan sosiologis. Saran-saran ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang dinamika sosial dan budaya yang kompleks dalam konteks kolonial dan pasca-kolonial.

Read online
File size269.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test