UNPRIUNPRI

Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima (JURITI PRIMA)Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima (JURITI PRIMA)

Budaya keselamatan kerja sebagai bagian dari Budaya organisasi menjadi popular dan mulai digunakan sebagai bentuk pendekatan dalam proses implementasi sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kecelakaan kerja merupakan masalah serius yang dapat mengakibatkan kerugian materi dan manusia, sehingga perlunya upaya preventif melalui penerapan Job Safety Analisis (JSA). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Dari hasil penelitian yang ditemukan terdapat kriteria mayor dari checklist sejumlah 10 sub elemen dari 5 elemen, selanjutnya dibuat perencanaan keselamatan dan kerja perusahaan yaitu: Pembentukan P2K3; Membuat kebijakan K3; Melakukan identifikasi potensi bahaya serta penilaian resiko dan kontrol bahaya. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan pelatihan untuk karyawan dan integrasi JSA dalam setiap proses kerja untuk memastikan keselamatan kerja yang lebih baik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk menerapkan JSA sebagai bagian dari strategi keselamatan kerja. Namun, JSA terbukti efektif dalam mengurangi insiden kecelakaan dengan meningkatkan identifikasi bahaya dan meningkatkan komunikasi keselamatan. Rekomendasi yang dihasilkan mencakup peningkatan pelatihan berkelanjutan dan keterlibatan karyawan dalam proses JSA. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan budaya keselamatan kerja yang lebih baik di perusahaan.

Potensi bahaya di PT Morawa Electric Transbuana paling banyak terjadi kecelakaan kerja di unit bengkel/pembuatan trafo karena keterkaitan dengan mesin, kawat las, dan listrik.Analisis JSA dan HAZOP menunjukkan risiko medium priority yang meliputi paparan arus listrik, percikan api, dan material yang jatuh.Penerapan JSA efektif dalam mengurangi insiden kecelakaan kerja dengan meningkatkan identifikasi bahaya dan komunikasi keselamatan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang pelatihan JSA berkelanjutan terhadap kesadaran karyawan tentang risiko kerja. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap integrasi JSA dalam proses kerja harian untuk memastikan konsistensi penerapan. Penelitian juga dapat menggali faktor budaya organisasi yang memengaruhi efektivitas JSA, seperti tingkat keterlibatan manajemen dan komitmen karyawan dalam menjalankan prosedur keselamatan. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih spesifik untuk meningkatkan budaya keselamatan di perusahaan. Studi lanjutan juga perlu mempertimbangkan penggunaan teknologi digital dalam memantau dan mengelola risiko kerja secara real-time. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian dapat memberikan gambaran holistik tentang tantangan dan solusi dalam penerapan JSA. Selain itu, penelitian perlu mengeksplorasi perbedaan efektivitas JSA antar unit kerja untuk menemukan strategi yang paling efisien. Akhirnya, penting untuk mengevaluasi peran kepemimpinan dalam memfasilitasi adopsi JSA sebagai bagian dari budaya organisasi.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified jurnal.yudharta.ac.id/v2/index.php/jkie/article/view/3287One moment please one moment please wait request verified jurnal yudharta ac v2 index php jkie article view 3287
Read online
File size137.66 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test