UNRAMUNRAM

Jurnal PepaduJurnal Pepadu

Standarisasi dalam pemenuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sangat penting, khususnya untuk sistem Mekanikal, Elektrikal, Plumbing, dan AC (MEP) yang saling terkait dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman. Permasalahan sering muncul pada sistem elektrikal dan perangkat mekanikal seperti AC dan pemanas yang tidak berfungsi optimal. Untuk memastikan pemasangan, pemantauan, dan operasional peralatan berjalan baik, diperlukan pelatihan sesuai standar. Sistem plumbing yang baik menjamin ketersediaan air bersih. Pelatihan MEP juga berdampak pada efisiensi energi dan operasional bangunan, yang pada akhirnya meningkatkan kenyamanan penghuninya. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai sistem MEP sehingga pengelola dan pengguna bangunan dapat menjamin kinerja optimal setiap komponen. Program ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terbagi dalam 6 kelompok, namun pada pelaksanaan pengabdian hanya 20 peserta yang mendaftar dan hadir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan konsistensi, standar, dan efisiensi dalam pengelolaan serta operasional gedung.

Pelatihan K3 bagi pekerja MEP di lokasi Sawangan Nusa Dua Bali menggunakan strategi pelaksanaan bottom-up selama satu hari penuh.Pelatihan ini bertujuan mempermudah proses pekerjaan berdasarkan mobilitas teknis dan mendukung operasional yang aman.Untuk mencapai hasil maksimal dan mewujudkan pekerjaan tanpa kecelakaan, diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi pekerja MEP.

Pertama, perlu penelitian lanjutan mengenai efektivitas metode pelatihan berbasis pendekatan bottom-up dibandingkan metode top-down dalam meningkatkan penerapan keselamatan kerja di kalangan pekerja MEP, terutama dalam jangka panjang. Kedua, penting untuk mengkaji sejauh mana integrasi program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan pelatihan K3 memengaruhi motivasi, retensi kerja, dan produktivitas pekerja di sektor konstruksi. Ketiga, diperlukan studi tentang adaptasi kurikulum pelatihan K3 yang lebih spesifik berdasarkan jenis pekerjaan MEP (mekanikal, elektrikal, plumbing, AC) untuk memastikan relevansi dan kedalaman kompetensi yang diperoleh peserta. Penelitian-penelitian ini dapat membantu menyempurnakan program pelatihan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan lapangan. Dengan pendekatan yang lebih terukur dan spesifik, diharapkan pelatihan tidak hanya meningkatkan kesadaran keselamatan, tetapi juga mengurangi insiden kerja secara signifikan. Fokus pada aspek sosial seperti jaminan kerja dan perlindungan tenaga kerja lokal juga perlu dieksplorasi lebih dalam dalam konteks pelatihan teknis. Hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pelatihan tenaga kerja terampil yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan multidimensi antara teknis, sosial, dan kelembagaan akan memperkuat sistem pelatihan K3 di masa depan. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi peran alat pelindung diri dan peralatan keselamatan dalam konteks pelatihan dan aplikasi lapangan. Dengan demikian, pelatihan K3 tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian dari sistem perlindungan pekerja yang komprehensif.

  1. Identifikasi Penyebab Terjadinya Kecacatan pada Produk Induktor Toroidal dengan Menggunakan Metode Fault... doi.org/10.29313/bcsies.v2i1.1619Identifikasi Penyebab Terjadinya Kecacatan pada Produk Induktor Toroidal dengan Menggunakan Metode Fault doi 10 29313 bcsies v2i1 1619
Read online
File size1.11 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test