UNPRIUNPRI

AgroprimatechAgroprimatech

Penyakit bercak daun merupakan salah satu hambatan utama dalam budidaya jahe merah (Zingiber officinale Rosch), yang menyebabkan nekrosis pada daun dan mengurangi kapasitas fotosintesis serta produktivitas rimpang. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antagonis dari empat agen pengendali hayati, yaitu Trichoderma koningii, Trichoderma harzianum, Gliocladium spp., dan Gliocladium virens, terhadap Phyllosticta zingiberi dalam kondisi in vitro. Penelitian dilakukan di Laboratorium Patologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, dari Januari hingga Maret 2010. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan digunakan. Hasil menunjukkan bahwa inhibisi pertumbuhan tertinggi terjadi pada Gliocladium spp. (46,23%) dan T. harzianum (46,15%), diikuti oleh T. koningii (41,38%) dan G. virens (27,24%). Kontrol menunjukkan inhibisi terendah (6,43%). Supresi yang diamati disebabkan oleh mekanisme seperti mikoparasitisme, produksi metabolit antifungal, dan persaingan untuk ruang dan nutrisi. Temuan ini menunjukkan bahwa Gliocladium spp. dan T. harzianum adalah agen pengendali hayati paling efektif untuk mengelola penyakit bercak daun pada jahe merah.

harzianum adalah agen pengendali hayati paling efektif terhadap P.zingiberi, dengan inhibisi pertumbuhan mencapai 46,23% dan 46,15% masing-masing.virens menunjukkan efek moderat, sedangkan kontrol memiliki inhibisi minimal (6,43%).Aktivitas antagonis kemungkinan dimediasi oleh mikoparasitisme, metabolit antifungal, dan persaingan sumber daya.adalah kandidat menjanjikan untuk pengelolaan ramah lingkungan terhadap penyakit bercak daun pada jahe merah.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada mekanisme spesifik yang digunakan oleh Gliocladium spp. dan Trichoderma spp. dalam mengendalikan P. zingiberi. Penelitian ini dapat menyelidiki produksi metabolit antifungal dan enzim-enzim yang terlibat dalam proses mikoparasitisme. Selain itu, studi tentang interaksi antara agen pengendali hayati dan tanaman inang juga dapat memberikan wawasan berharga. Penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi potensi penggunaan agen pengendali hayati ini dalam kondisi lapangan dan menguji efektivitasnya dalam skala yang lebih besar. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat membantu mengembangkan strategi pengelolaan penyakit yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk budidaya jahe merah.

  1. Production of Trichoderma Biofertilizer from Agro-waste for Eco-sustainable Agriculture | Asia Pacific... doi.org/10.56669/MMRA3791Production of Trichoderma Biofertilizer from Agro waste for Eco sustainable Agriculture Asia Pacific doi 10 56669 MMRA3791
  2. Insights into cultural and physiological characterization of Phyllosticta zingiberi Ramakr. isolates... doi.org/10.33545/26174693.2024.v8.i4i.1031Insights into cultural and physiological characterization of Phyllosticta zingiberi Ramakr isolates doi 10 33545 26174693 2024 v8 i4i 1031
Read online
File size1.26 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test