JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Kedelai (Glycine max L. Merill) merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang dapat diolah menjadi berbagai kebutuhan. Peningkatan kebutuhan kedelai tidak diimbangi dengan peningkatan produksi kedelai nasional. Salah satu penyebab rendahnya produksi kedelai yaitu adanya cekaman genangan. Toleransi atau kemampuan tanaman untuk mempertahankan hasil optimum pada kondisi tergenang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu di antaranya jenis tanah, varietas, fase pertumbuhan dan lamanya tergenang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu penggenangan yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terbaik pada setiap varietas, dan juga untuk mengetahui interaksi beberapa varietas dan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merill). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan faktor pertama yaitu v1 (varietas Grobogan), v2 (varietas Anjasmoro) dan v3 (varietas NS), sedangkan faktor kedua yaitu w0 (tanpa penggenangan), w1 (waktu penggenangan 15 - 35 hst), dan w2 (waktu penggenangan 30 - 45 hst) diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 plot percobaan. Hasil penelitian ini yaitu menunjukan bahwa terdapat interaksi pada tinggi tanaman umur 50 hst. Hasil jumlah polong, bobot biji per tanaman dan bobot 100 biji menunjukan bahwa faktor mandiri varietas berbeda nyata. Perlakuan tanpa penggenangan (w0) memberikan hasil tinggi tanaman kedelai (Glycine max L. Merill) umur 50 hst tertinggi pada varietas Grobogan (v2) yaitu 135,97 cm.

Berdasarkan hasil penelitian beberapa varietas dengan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L.Merill) dapat diambil kesimpulan yaitu terdapat interaksi antara beberapa varietas dengan waktu penggenangan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kedelai (Glycine max L.Perlakuan tanpa penggenangan (w0) memberikan hasil tinggi tanaman kedelai (Glycine max L.Merill) umur 50 hst tertinggi pada varietas Grobogan (v1) yaitu 135,97 cm.Varietas Anjasmoro menghasilkan bobot biji per tanaman tertinggi yaitu 7,15 g, berbeda nyata dengan varietas lainnya.Sementara pada bobot 100 biji, varietas Grobogan dan NS menghasilkan hasil tertinggi yaitu 16,86 g dan 16,10 g, berbeda nyata dengan varietas Anjasmoro.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengkaji lebih lanjut tentang toleransi varietas kedelai terhadap cekaman genangan, terutama pada fase vegetatif dan generatif. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menguji berbagai varietas kedelai yang berbeda pada kondisi genangan yang bervariasi, untuk mengetahui varietas mana yang paling toleran dan mampu mempertahankan hasil optimum. 2. Menganalisis pengaruh waktu penggenangan pada fase pertumbuhan awal dan vagetatif aktif terhadap evapotranspirasi dan kebutuhan air tanaman kedelai. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana penggenangan mempengaruhi laju fotosintesis dan alokasi fotosintat pada tanaman kedelai, serta bagaimana hal tersebut berdampak pada pertumbuhan dan hasil tanaman. 3. Meneliti strategi penghindaran (escape strategi) yang digunakan oleh varietas kedelai yang toleran terhadap genangan, seperti elongasi batang. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengamati dan mengukur perubahan morfologi dan struktur anatomi tanaman kedelai yang toleran terhadap genangan, untuk memahami mekanisme adaptasinya.

Read online
File size283.58 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test