JURNALPERTANIANUNISAPALUJURNALPERTANIANUNISAPALU

Jurnal AgrotechJurnal Agrotech

Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat cendawan endofit asal rhizosfer tanaman kakao anorganik terhadap penyakit busuk buah (P. palmivora). Sampel rhizosfer cendawan endofit anorganik diperoleh dari ekosistem tanaman kakao milik petani pada kedalaman 20-30 cm dengan menggunakan metode diagonal. Sampel cendawan endofit anorganik dimurnikan kemudian diseleksi. Seleksi pertama didapatkan 18 isolat, kemudian seleksi kedua didapatkan 10 isolat dan pada seleksi yang ketiga diperoleh 4 isolat yang berpotensi. Kemudian 4 isolat diberi kode S.A.O.1, S.A.O.2, S.A.O.3, dan S.A.O.4. Setelah itu, diamati karakteristiknya dan diidentifikasi sehingga didapatkan Gliocladium sp, Aspergillus niger mf 1, Aspergillus niger mf 2, dan Trichoderma sp. Hasil seleksi 4 isolat selanjutnya diuji dual kultur dan diuji volatil dengan P. palmivora. Hasil uji dual kultur diperoleh tipe mekanismenya kompetisi ruang serta besar pengahambatannya dari tiap isolat yakni; S.A.O.1 = 64,24 %, S.A.O.2 = 60,91 %, S.A.O.3 = 63,00 %, dan S.A.O.4 = 70,85 %, serta besar penghambatan pada uji volatil dari 4 isolat yaitu; S.A.O.1 = 14,81 %, S.A.O.2 = 12,59 %, S.A.O.3 = 14,44 %, dan S.A.O.4 = 23,33 %.

Berdasarkan hasil penelitian pengujian in vitro dapat disimpulkan bahwa terdapat sebanyak 4 isolat yang mampu menghambat pertumbuhan patogen (P.Uji dual kultur menunjukkan daya hambat rata-rata di atas 60% dengan mekanisme penghambatan kompetisi ruang (KR).4 merupakan isolat yang daya hambatnya paling tinggi baik pengujian secara dual kultur (70,85%) maupun secara uji volatil (23,33%) terhadap P.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa spesifik yang dihasilkan oleh isolat S.A.O.4 yang bertanggung jawab atas aktivitas penghambatan terhadap P. palmivora, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai agen biokontrol yang efektif. Selain itu, studi mengenai efektivitas isolat S.A.O.4 dalam aplikasi lapangan, termasuk formulasi yang tepat dan metode aplikasi yang optimal, perlu dilakukan untuk memastikan keberhasilan pengendalian penyakit busuk buah pada tanaman kakao. Terakhir, penelitian mengenai interaksi antara isolat S.A.O.4 dengan mikroorganisme lain dalam rhizosfer tanaman kakao, seperti bakteri penambat nitrogen atau mikoriza, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme perlindungan tanaman dan meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit secara berkelanjutan.

Read online
File size157.38 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test