UNPRIUNPRI

AgroprimatechAgroprimatech

Fungi entomopatogen adalah fungi yang dapat menyebabkan kematian pada hama serangga. Beberapa laporan menyatakan bahwa fungi entomopatogen bersifat endofit atau dapat tumbuh di jaringan tanaman dan menghasilkan senyawa fenol yang tidak disukai serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah formulasi fungi entomopatogen Metharizium anisopliae dan Beauveria bassiana yang diberikan pada bibit kelapa sawit pre-nursery dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan resistensi terhadap hama dan penyakit tanaman. Penelitian menggunakan metode eksperimen faktorial RAK dengan 48 perlakuan (2 faktor dan 3 ulangan), yaitu M. anisopliae dengan 4 tingkat: M0 = 0 g (kontrol), M1 = 5g, M2 = 10g, dan M3 = 40g, dan B. bassiana dengan 4 tingkat: B0 = 0g (kontrol), B1 = 5g, B2 = 10g, dan B3 = 40g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit dapat tumbuh menjadi tanaman dengan baik, dengan rata-rata daun ketiga muncul pada minggu ke-12 setelah penanaman. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa faktor perlakuan M. anisopliae dan B. bassiana tidak memberikan efek yang signifikan berbeda pada parameter jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, panjang daun, jumlah bercak daun, luas bercak daun, jumlah gigitan serangga, luas gigitan serangga, panjang tanaman, berat basah tajuk, berat kering tajuk, berat basah akar, berat kering akar, dan rasio tajuk akar. Dengan kata lain, penambahan berbagai dosis formulasi campuran M. anisopliae dan B. bassiana tidak memberikan respons untuk memicu pertumbuhan tanaman dan mencegah serangan serangga. Disarankan bahwa kedua fungi tersebut mungkin sudah berada di jaringan bibit kelapa sawit sebagai endofit, tetapi hingga minggu ke-12, mereka belum menunjukkan efek sebagai promotor pertumbuhan atau efek pencegahan.

Pemberian berbagai dosis formulasi Metharizium anisopliae dan Beauveria bassiana pada awal tanam kecambah kelapa sawit belum memberikan pengaruh sebagai bahan pembantu mempercepat pertumbuhan dan daya tahan terhadap bercak dan gigitan serangga ketika dilakukan pengamatan bibit hingga 12 MST.bassiana yang diberikan sekaligus diawal tanam belum memberikan adanya interaksi yang mempercepat pertumbuhan dan daya tahan hama serta penyakit hingga bibit berumur 12 MST.Diperlukan penelitian lanjut menggunakan metode uji molekuler untuk mengetahui apakah cendawan entomopatogen M.bassiana berhasil memasuki jaringan tanaman dan berperan sebagai endofit.Diperlukan juga penelitian lebih lanjut dengan memperpanjang waktu pengamatan agar efek cendawan entomopatogen sebagai growth promotor dan membantu menghasilkan senyawa fenol untuk pertahanan tanaman dapat diamati lebih baik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan metode uji molekuler untuk mengkonfirmasi keberadaan cendawan entomopatogen M. anisopliae dan B. bassiana di dalam jaringan tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknik PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi level DNA cendawan entomopatogen. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat dilakukan dengan memperpanjang waktu pengamatan untuk mengamati efek cendawan entomopatogen sebagai growth promotor dan membantu menghasilkan senyawa fenol untuk pertahanan tanaman. Penelitian ini dapat dilakukan dengan mengamati pertumbuhan tanaman kelapa sawit dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya hingga bibit berumur 16 atau 20 MST. Dengan memperpanjang waktu pengamatan, diharapkan dapat diperoleh data yang lebih akurat dan komprehensif mengenai efek cendawan entomopatogen pada pertumbuhan dan daya tahan tanaman kelapa sawit.

  1. UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA MACAM MACAM MADU PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS... sainsbertek.machung.ac.id/index.php/sbtek/article/view/153UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA MACAM MACAM MADU PADA BAKTERI ESCHERICHIA COLI DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS sainsbertek machung ac index php sbtek article view 153
  2. STATUS TERKINI PENYAKIT BERCAK DAUN KELAPA SAWIT DI SUMATERA DAN KALIMANTAN | WARTA Pusat Penelitian... warta.iopri.org/index.php/Warta/article/view/101STATUS TERKINI PENYAKIT BERCAK DAUN KELAPA SAWIT DI SUMATERA DAN KALIMANTAN WARTA Pusat Penelitian warta iopri index php Warta article view 101
  3. Patogenisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Deuteromycotina: Hyphomycetes) pada Berbagai... doi.org/10.23960/j.hptt.11375-86Patogenisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana Deuteromycotina Hyphomycetes pada Berbagai doi 10 23960 j hptt 11375 86
  4. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... jstor.org/stable/3545919?origin=crossrefClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site jstor stable 3545919 origin crossref
Read online
File size1.01 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test