UNISLAUNISLA

E-LINK JOURNALE-LINK JOURNAL

Sejak awal perkembangannya, penilaian bahasa telah dilakukan secara tertulis. Namun, sejak pandemi COVID-19, penilaian bergeser dari berbasis kertas menjadi online. Fenomena ini masih berlangsung meskipun pandemi telah mereda, mempertimbangkan keuntungan yang terungkap. Namun, apakah siswa memandang hal ini dengan baik? Dan apakah mereka juga lebih memilihnya? Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut menggunakan desain studi survei. Data diambil dari 300 siswa sekolah menengah yang telah melakukan penilaian bahasa online menggunakan kuesioner elektronik. Kuesioner mencakup empat aspek: kemudahan akses, instruksi, manfaat, dan motivasi. Selain itu, kuesioner mengklarifikasi preferensi siswa terhadap jenis penilaian. Hasil statistik deskriptif menunjukkan persepsi positif siswa terhadap penilaian bahasa online. Mereka juga cenderung memilih penilaian online daripada berbasis kertas.

Penelitian ini menyelidiki persepsi siswa terhadap penilaian bahasa online di tiga kota berbeda di Jawa Timur, serta preferensi mereka terhadap penilaian online dan berbasis kertas.Menurut data, ditemukan empat aplikasi penilaian online yang populer.Google Classroom, Google Forms, Quizizz, dan Kahoot.Jawaban terhadap kuesioner penilaian online mengungkapkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap semua aspek penilaian, termasuk kemudahan akses, manfaat penilaian, motivasi siswa, dan aspek instruksional.Siswa merasa bahwa penilaian berbasis kertas mudah digunakan karena akses registrasi sangat mudah untuk masuk, fitur mudah digunakan, dan sangat mudah untuk menyimpan hasil penilaian dan umpan balik sebagai bahan evaluasi.Siswa akan dengan mudah memahami instruksi, petunjuk, atau perintah dalam alat penilaian online karena alat-alat tersebut jelas dan mudah dibaca.Ketika siswa diberi kesempatan untuk melakukan penilaian pada waktu dan tempat yang mereka pilih, mereka merespons secara positif.Siswa merasakan fleksibilitas untuk memeriksa ulang dan mengubah jawaban saat melakukan penilaian online.Adanya penilaian online telah mendorong dan memotivasi siswa.Data sampel pasangan menunjukkan bahwa preferensi penilaian online memiliki skor rata-rata lebih tinggi daripada penilaian berbasis kertas.Dapat disimpulkan bahwa siswa lebih memilih penilaian bahasa online daripada penilaian berbasis kertas.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar guru menggunakan penilaian online yang populer karena siswa merasa bersemangat dan termotivasi dengan adanya penilaian online. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menggunakan penilaian online adalah manfaat suara, video, dan gambar, serta kemudahan dalam login dan menggunakan fitur-fiturnya. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki dan membandingkan setiap aspek dari penilaian online dan berbasis kertas.

  1. 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... doi.org/10.13189/ujer.2020.0805540 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board doi 10 13189 ujer 2020 080554
  2. EFL students' perceptions towards Quizizz usage in English subject formative assessment | Journal... riset.unisma.ac.id/index.php/JREALL/article/view/20309EFL students perceptions towards Quizizz usage in English subject formative assessment Journal riset unisma ac index php JREALL article view 20309
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s11162-011-9245-0Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s11162 011 9245 0
Read online
File size332.79 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test