IKHACIKHAC

Andragogi: Jurnal Pendidikan dan PembelajaranAndragogi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi utama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan tersebut masih rendah pada siswa kelas V SD Negeri Soko, Kabupaten Tulungagung. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya bahan ajar yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan belajar, minat, dan kesiapan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar digital Karsa-Nusa berbasis pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi dalam sepuluh tahap, mulai dari studi pendahuluan hingga diseminasi produk, dengan subjek uji coba sebanyak 30 siswa. Instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket respons, serta soal pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan bahan ajar sangat valid dengan skor ahli materi 72,5/80 dan ahli media 60,5/72, melebihi batas kelayakan minimal 85%. Uji coba lapangan memperlihatkan respons positif siswa terhadap kemudahan penggunaan dan tampilan produk. Analisis uji-t menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05, dengan peningkatan rata-rata nilai dari 67,883 menjadi 87,167 dan skor N-Gain 0,601 (kategori sedang–tinggi). Dengan demikian, bahan ajar digital Karsa-Nusa dinyatakan valid, praktis, serta efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran IPAS.

Penelitian ini berhasil mengembangkan bahan ajar digital KARSA-NUSA berbasis pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS kelas V SD.Produk yang dihasilkan telah divalidasi oleh ahli materi dan ahli media, serta dinyatakan sangat valid dan layak digunakan.Implementasi bahan ajar menunjukkan bahwa KARSA-NUSA praktis digunakan baik secara daring maupun luring, karena menyajikan konten yang interaktif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa.Penggunaan KARSA-NUSA terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penyajian materi berbasis fenomena lokal, aktivitas belajar yang bervariasi, dan fleksibilitas dalam diferensiasi konten, proses, maupun produk.Dengan demikian, bahan ajar digital ini tidak hanya memperkuat pemahaman konsep IPAS, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Untuk memperluas dampak penelitian ini, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mengeksplorasi efektivitas bahan ajar KARSA-NUSA dalam mata pelajaran lain seperti matematika atau bahasa Indonesia, dengan pendekatan berdiferensiasi serupa. Penelitian selanjutnya juga dapat fokus pada pengintegrasian konten lokal lebih dalam, seperti menggabungkan cerita rakyat atau tradisi daerah ke dalam materi pembelajaran untuk meningkatkan relevansi dan motivasi belajar siswa. Selain itu, penelitian dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan bahan ajar digital berbasis diferensiasi terhadap perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa setelah beberapa tahun. Kombinasi antara pendekatan berdiferensiasi dan teknologi digital juga bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan memanfaatkan AI untuk personalisasi pembelajaran sesuai profil siswa. Dengan demikian, inovasi pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan siswa dapat terus ditingkatkan.

  1. Analisis Pembelajaran IPAS dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka... doi.org/10.37630/jpm.v13i4.1296Analisis Pembelajaran IPAS dengan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka doi 10 37630 jpm v13i4 1296
  2. Analisis Pengaruh Tingkat Literasi Digital Guru dan Siswa terhadap Kualitas Pembelajaran di Era Digital... sj.eastasouth-institute.com/index.php/spp/article/view/391Analisis Pengaruh Tingkat Literasi Digital Guru dan Siswa terhadap Kualitas Pembelajaran di Era Digital sj eastasouth institute index php spp article view 391
Read online
File size312.26 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test