UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi pengaruh serat baja terhadap karakteristik blok paving dan (2) menentukan komposisi campuran optimal serat baja, semen, pasir, dan air. Variasi komposisi semen, serat baja, dan pasir adalah 0%:30%:70%, 1%:30%:69%, 2%:30%:68%, dan 2,5%:30%:67,5%, dengan rasio air-semen (W/C) konstan sebesar 0,5. Karakterisasi melibatkan sifat fisik (kepadatan dan penyerapan air) dan sifat mekanik (kekuatan tekan dan lentur). Hasil menunjukkan bahwa penyerapan air dan kekuatan tekan sampel A masing-masing 8,37% dan 17,515 MPa, sampel B: 8,47% dan 25,306 MPa, sampel C: 9,22% dan 22,227 MPa, serta sampel D: 9,92% dan 23,388 MPa. Berdasarkan standar SNI 03-0691-1996, hanya sampel B yang memenuhi syarat kualitas grade B. Komposisi optimal untuk menghasilkan blok paving dengan karakteristik unggul adalah 1%:30%:69% (sampel B), yang mencapai penyerapan air terendah (8,47%) dan kekuatan tekan tertinggi (25,306 MPa). Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan 1% serat baja meningkatkan kualitas blok paving dengan mengurangi penyerapan air sekaligus meningkatkan kekuatan mekanik.

Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah.(1) Penambahan serat baja berdampak pada karakteristik blok paving.Peningkatan kandungan serat baja menyebabkan peningkatan kepadatan, kekuatan tekan, dan kekuatan lentur, dengan efek optimal pada konsentrasi 1%.(2) Komposisi optimal serat baja, semen, pasir, dan air untuk menghasilkan blok paving dengan karakteristik optimal ditemukan pada sampel B, dengan rasio campuran 1%.Formulasi ini menghasilkan blok paving dengan penyerapan air terendah dan kekuatan tekan tertinggi.Temuan menunjukkan bahwa sampel B memenuhi standar kualitas grade B untuk blok paving sesuai SNI 03-0691-1996.(3) Blok paving dengan 1% serat baja menunjukkan kualitas yang lebih unggul dibandingkan blok konvensional tanpa serat baja.Di sisi lain, campuran dengan 0%, 2%, dan 2,5% serat baja tidak memenuhi standar kualitas karena kekuatan tekan tidak memenuhi standar grade B.(4) Penambahan serat baja memungkinkan blok paving konvensional mencapai kualitas yang setara dengan blok yang diproduksi secara mekanis atau dengan mesin (grade B).

Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek utama. Pertama, mengkaji ketahanan jangka panjang blok paving dengan serat baja terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti hujan deras atau suhu ekstrem, yang belum diuji dalam penelitian ini. Kedua, mengeksplorasi dampak lingkungan dari penggunaan serat baja dibandingkan bahan konvensional, terutama dalam hal daur ulang dan emisi karbon. Ketiga, mengganti serat baja dengan material alternatif ramah lingkungan, seperti serat daur ulang atau serat alami, untuk meningkatkan keberlanjutan produksi blok paving. Semua saran ini bertujuan memperluas pemahaman tentang potensi serat baja dan inovasi bahan dalam konstruksi.

  1. Experimental Study on Mechanical Performance of Bamboo Fiber Reinforced Concrete | Scientific.Net. experimental... scientific.net/AMM.174-177.1219Experimental Study on Mechanical Performance of Bamboo Fiber Reinforced Concrete Scientific Net experimental scientific AMM 174 177 1219
  2. The Influence of Steel Fiber on the Characteristics of Paving Blocks | Ekapraja | JACEE (Journal of Advanced... jurnal.unissula.ac.id/index.php/JACEE/article/view/43828The Influence of Steel Fiber on the Characteristics of Paving Blocks Ekapraja JACEE Journal of Advanced jurnal unissula ac index php JACEE article view 43828
Read online
File size578.61 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test