UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Pergerakan dari jalan tol melalui ramp keluar dan bergabung dengan jalan lokal seringkali menyebabkan kemacetan dan antrean yang signifikan mempengaruhi waktu tempuh pengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh geometri ramp pada kinerja jalan non-tol di sekitar area merger. Geometri ramp adalah karakteristik fisik ramp yang melibatkan panjang, lebar, tinggi, sudut kemiringan, dan elemen lainnya yang mempengaruhi cara kendaraan masuk atau keluar jalan raya. Merger adalah proses penggabungan dan kemudian menyeberangi dua atau lebih jalur menjadi satu genre dan kemudian menyeberang. Dari analisis simulasi VISSIM dan hasil diskusi, ditemukan bahwa kapasitas dan geometri ramp keluar memiliki pengaruh yang sangat baik pada persimpangan karena kombinasi kendaraan dari ramp keluar dan jalan-jalan penghubung lainnya di sekitar persimpangan, dengan peningkatan kapasitas ramp, yaitu dengan menambahkan 1 jalur sehingga tercapai pengurangan panjang antrean dari kondisi sebelumnya 350 m menjadi 36 m dan dengan Level of Service (LOS) E menjadi Los C.

Desain geometri ramp yang baik dapat meningkatkan aliran lalu lintas, mengurangi tabrakan, dan mengoptimalkan kapasitas pejalan kaki di sekitar merger.Oleh karena itu, penelitian ini akan lebih jauh meneliti dampak berkelanjutan dari geometri ramp pada kinerja jalan lokal di area merger.Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan desain geometri ramp yang ada dan meningkatkan efisiensi dan keselamatan lalu lintas di area merger.Geometri ramp keluar/ramp tol memiliki pengaruh besar pada integrasi konektivitas ke persimpangan jalan lokal.Dari hasil penelitian di lokasi JORR Pondok Pinang dan ramp keluar Ciputat Raya, jelas bahwa ramp keluar sangat mempengaruhi kinerja persimpangan jalan lokal, dan dari hasil simulasi VISSIM di lokasi persimpangan yang ada, kinerja jalan E dan dalam simulasi rekayasa penambahan jalur pada ramp jalan lokal JORR dan Simpang tol keluar menyesuaikan kinerja jalan yang lebih rendah ke LOS B dan C.Panjang ramp keluar dan kondisi kemiringan sekitarnya 5% sangat berpengaruh pada ukuran kendaraan sehingga disarankan kemiringan jalan <5% sesuai dengan standar desain Bina Marga.

Untuk meningkatkan kinerja jalan non-tol di sekitar area merger, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan desain geometri ramp. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kapasitas ramp, seperti dengan menambahkan jalur, dapat mengurangi antrean dan meningkatkan Level of Service (LOS). Selain itu, penting untuk mempertimbangkan kondisi kemiringan jalan dan memastikan bahwa kemiringan tersebut sesuai dengan standar desain Bina Marga. Studi lanjutan dapat fokus pada pengembangan model desain ramp yang optimal, mempertimbangkan berbagai faktor seperti kapasitas, kemiringan, dan kondisi lalu lintas. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi manajemen lalu lintas yang efektif di area merger, seperti penggunaan sinyal presign atau pengaturan waktu lampu lalu lintas yang dinamis. Dengan menggabungkan desain ramp yang optimal dan strategi manajemen lalu lintas yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan kinerja jalan non-tol dan mengurangi kemacetan di area merger.

  1. The Influence of Ramp Geometry on The Performance of non-Toll Roads Around the Merging | Subiantoro |... jurnal.unissula.ac.id/index.php/JACEE/article/view/38165The Influence of Ramp Geometry on The Performance of non Toll Roads Around the Merging Subiantoro jurnal unissula ac index php JACEE article view 38165
Read online
File size453.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test