UNISSULAUNISSULA

JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering)

Konstruksi permukaan jalan pada subgrade tanah liat lunak menghadapi tantangan karena kapasitas dukung rendah, kompresibilitas tinggi, dan sensitivitas terhadap kelembaban. Studi ini menganalisis respons tegangan-regangan tanah liat lunak menggunakan Metode Elemen Hingga dengan tiga skenario kandungan air: 19%, 36%, dan 53%. Model 2D terdiri dari lapisan tanah liat 57 cm dan lapisan permukaan 3 cm, dengan parameter tanah diperoleh dari uji laboratorium dan diwakili oleh model Mohr-Coulomb. Hasil menunjukkan bahwa tegangan efektif meningkat sedikit dengan kandungan air yang lebih tinggi, dari 10,57 kN/m² pada 19% menjadi 11,54 kN/m² pada 53%. Sebaliknya, perpindahan tetap hampir konstan di sekitar 0,2046 mm. Ini menunjukkan bahwa meskipun variasi kelembaban memengaruhi distribusi tegangan, dampaknya minimal terhadap deformasi tanah di bawah kondisi yang dimodelkan. Temuan ini menunjukkan bahwa permukaan jalan fleksibel pada tanah liat lunak mungkin mempertahankan deformasi stabil meskipun kelembaban meningkat, memberikan wawasan berguna untuk perencanaan permukaan jalan pada tanah problematik.

Hasil analisis numerik menunjukkan bahwa peningkatan kadar air dari 19% hingga 53% menyebabkan kenaikan bertahap pada tegangan efektif, berkisar dari 10,57 kN/m² pada 19% menjadi 11,54 kN/m² pada 53%.Ini menunjukkan bahwa tingkat saturasi yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan kecil pada tegangan tanah akibat redistribusi tekanan pori.Di sisi lain, perpindahan tetap hampir konstan di semua skenario, dengan nilai penurunan 0,204682 mm pada 19% dan 0,204637 mm pada 36% serta 53%.Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun variasi kadar air memengaruhi tegangan efektif dalam lapisan tanah liat, tidak secara signifikan memengaruhi deformasi tanah di bawah kondisi pemodelan yang diberikan.Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa subgrade tanah lunak mempertahankan ketahanan yang cukup terhadap penurunan tambahan meskipun tingkat kelembaban meningkat, memberikan wawasan penting tentang kinerja permukaan jalan fleksibel pada tanah lunak.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh variasi kadar air jangka panjang terhadap stabilitas permukaan jalan fleksibel pada tanah lunak, serta mengembangkan metode penguatan alternatif seperti penggunaan bahan stabilisasi berbasis limbah. Selain itu, studi tentang dampak perubahan iklim terhadap sifat mekanik tanah lunak dapat menjadi arah baru untuk memprediksi kerusakan infrastruktur jalan. Terakhir, penelitian perlu membandingkan kinerja permukaan jalan fleksibel pada berbagai jenis tanah lunak dengan karakteristik berbeda untuk meningkatkan rekomendasi desain yang umum.

  1. Numerical Analysis Of Flexible Pavement On Soft Soil Using Finite Element Method | Rumbyarso | JACEE... doi.org/10.30659/jacee.8.2.1-7Numerical Analysis Of Flexible Pavement On Soft Soil Using Finite Element Method Rumbyarso JACEE doi 10 30659 jacee 8 2 1 7
Read online
File size528.07 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test